comscore

Angelina Sondakh Dinilai Siap Bersuara Terkait Dalang Kasus Hambalang

Candra Yuri Nuralam - 05 April 2022 18:44 WIB
Angelina Sondakh Dinilai Siap Bersuara Terkait Dalang Kasus Hambalang
Angelina Sondakh (Foto: instagram)
Jakarta: Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menilai Angelina Sondakh sudah siap membuka suara terkait dalang kasus korupsi megaproyek Hambalang. Beban Angelina dalam kasus itu sudah berbeda saat ini.

"Saya kira Angelina sekarang mestinya lebih berani karena sudah keluar, tinggal kuncinya di KPK untuk memberikan perlindungan, mendatangi, mengundang," ujar Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada Medcom.id, Selasa, 5 April 2022.
Baca: KPK Diminta Jemput Bola Bongkar Korupsi Hambalang

Di sisi lain, MAKI mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK memberikan perlindungan agar Angelina berani bersuara. Jika perlu, KPK membuat kerja sama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sehingga Angellina tidak khawatir tentang keselamatan keluarganya saat membuka suara.

"Justru kuncinya di KPK, kalau memang niat benar ya tinggal gandeng LPSK untuk melindungi Angelina dan anaknya," tutur Boyamin.

Jemput Bola


MAKI berharap KPK menjemput bola membongkar dugaan korupsi kasus ini. KPK bisa mengirim tim khusus untuk meminta keterangan Angelina jika dia khawatir keluarganya terancam. Dengan begitu, KPK dapat mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan senyap.

Baca: KPK Minta Angelina Sondakh Melaporkan Dalang Korupsi Hambalang

Boyamin menyebut kasus ini belum terungkap sepenuhnya. Banyak pembelian barang dan proses pelaksanaan proyek dengan angka yang tidak masuk akal untuk pembangunan Hambalang belum didalami oleh KPK.

"Karena misalnya, proses lahan yang memang tidak layak, atau lahan itu cepat dapat sertifikat, atau proses cepatnya proyek ini seakan-akan mercusuar padahal ternyata diduga belum ada studi kelayakan terhadap pembangunan pusat olahraga di Hambalang tersebut," ujar Boyamin.

Boyamin yakin banyak nama yang bakal terjerat jika KPK kembali membuka kasus ini. "Sebenarnya KPK sudah paham hanya memang sejak awal kasus ini menjadi tarik ulur, banyak tekanan politik, sehingga hanya menyasar pihak-pihak tertentu yang nampak dikorbankan," ucap Boyamin.

 

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id