comscore

Azis Syamsuddin Disebut Terima Rp2,1 Miliar dari Uang DAK Lamteng

Candra Yuri Nuralam - 27 Desember 2021 12:47 WIB
Azis Syamsuddin Disebut Terima Rp2,1 Miliar dari Uang DAK Lamteng
Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Jakarta: Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin disebut menerima Rp2,1 miliar dari uang dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah. Uang itu diduga diterima Azis melalui orang kepercayaannya.

Keterangan ini diketahui dari saksi sekaligus mantan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah. Taufik awalnya menceritakan tentang proses pengurusan pencairan DAK Lampung Tengah.
"(Besaran dana yang diminta sekitar) Rp290-an miliar," kata Taufik di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 27 Desember 2021.

Taufik menjelaskan permintaan dana itu untuk membangun infrastruktur jalan di Kabupaten Lampung Tengah. Dia merupakan orang yang menyusun proposal permintaan dana itu.

Pengurusan itu dibantu politikus Partai Golkar Aliza Gunado yang mengaku sebagai orang kepercayaan Azis. Aliza saat itu menyebut permintaan dana awal terlalu mahal. Taufik langsung merombak proposal tersebut.

"Dalam prosesnya berubah, proposalnya berubah jadi Rp120-an miliar," ujar Taufik.

Baca: Kubu Azis Syamsuddin Protes dengan Saksi yang Dibawa Jaksa KPK

Setelah proposal itu dirombak, Taufik menyerahkannya ke Aliza. Aliza saat itu membawa proposal ke DPR.

Namun, setelah Aliza membawa proposal itu, mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa menegur Taufik. Mustafa mengatakan orang kepercayaan Azis adalah pihak swasta Edy Sujarwo.

"Jadi waktu itu namanya di disebutkan Pak Bupati waktu itu namanya saudara Jarwo, jadi saya akhirnya menemui Jarwo, setelah ketemu Jarwo, saudara Jarwo itu meyakinkan memang betul dia yang orang kepercayaannya Pak Aziz," tutur Taufik.

Jarwo saat itu berjanji mempertemukan Taufik dengan Azis. Setelah dibantu Jarwo, permintaan DAK untuk Lampung Tengah ca0ir. Namun, totalnya hanya Rp25 miliar.

Setelah dana cair, Jarwo meminta uang proposal Rp200 juta kepada Taufik. Uang itu diambil dari DAK Lampung Tengah.

Setelah itu, Aliza dan Jarwo menemui Taufik. Dalam pertemuan itu, Aliza dan Jarwo meminta uang komitmen fee dari DAK Lampung Tengah yang sudah cair.

"Besarnya sekitar Rp2,1 miliar yang mulia, diserahkan ke saudara Jarwo dam Aliza," kata Taufik.

Taufik meyakini uang Rp 2,1 miliar itu untuk Azis. Aliza dan Jarwo diyakini cuma perantara penerima uang yang diperintah Azis.

"Nanti untuk Pak Azis Syamsuddin maksudnya, saya meyakininya seperti itu," ucap Taufik.

Azis didakwa menyuap mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju sebesar Rp3,09 miliar dan USD36 ribu. Azis memberikan uang itu agar Robin membantu pengurusan perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah tahun anggaran 2017.

"Terdakwa (Azis) telah memberikan uang secara bertahap yang seluruhnya berjumlah Rp3.099.887.000 dan USD36.000," kata jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK Lie Putra Setiawan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 6 Desember 2021.

KPK menyiapkan dua dakwaan ke Azis. Pada dakwaan pertama, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pada dakwaan kedua, Azis disangkakan melanggar Pasal 13 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id