Polda Metro Segera Gelar Perkara Kasus Aksi 1812

    Siti Yona Hukmana - 08 Januari 2021 07:56 WIB
    Polda Metro Segera Gelar Perkara Kasus Aksi 1812
    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Yurike Budiman
    Jakarta: Penyidik Polda Metro Jaya merampungkan pemeriksaan saksi dan ahli terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan saat aksi 1812. Penyidik segera menggelar perkara kasus itu.

    "Untuk menentukan pasal-pasal yang dipersangkakan sesuai dengan perannya masing-masing," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021.

    Yusri menyebut jadwal gelar perkara ditentukan penyidik. Saat ini, penyidik masih mencari dan mengumpulkan dua alat bukti untuk penetapan tersangka.

    Koordinator lapangan (korlap) aksi 1812, Rizal Kobar (RK), dan wakilnya, AS, menjalani pemeriksaan tambahan. Keduanya diperiksa pada Rabu, 6 Januari 2021 pukul 13.00 WIB hingga Kamis, 7 Januari 2021 pukul 02.00 WIB.

    "Untuk Rizal Kobar ada 47 pertanyaan," ujar kuasa hukumnya, Andianto, kepada Medcom.id, Kamis, 7 Januari 2020.

    Rizal dan AS diperiksa terkait pendanaan, protokol kesehatan, hingga keributan dalam aksi itu. Rizal diduga melanggar enam pasal, yaitu Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan untuk Melakukan Kekerasan dan Tidak Menuruti Ketentuan Undang-Undang; Pasal 216 ayat 1 KUHP tentang Menghalang-halangi Ketentuan Undang-Undang.

    Kemudian, Pasal 169 KUHP tentang Membuat Perkumpulan yang Dilarang oleh Aturan Umum; Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan; Pasal 56 KUHP tentang Membantu Melakukan Tindak Pidana dan Pasal 55 KUHP tentang Turut Melakukan Tindak Pidana.

    Penyidik telah memeriksa lima saksi dalam kasus ini. Mereka yakni Rizal, AS, Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif; pemilik mobil komando, A; dan pembaca doa di mobil komando, AR.

    Unjuk rasa bertajuk 1812 yang diikuti organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) dan ormas lainnya berbuntut panjang. Aksi tersebut menuntut pengusutan atas penembakan enam eks laskar FPI serta meminta pembebasan pentolan FPI Rizieq Shihab.

    Aksi itu dibubarkan lantaran menimbulkan kerumunan massa. Peserta aksi yang menolak dibubarkan sempat melawan dengan mendorong polisi.

    Sebanyak 455 orang ditangkap terkait aksi tersebut. Sebanyak tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa senjata tajam hingga narkoba jenis ganja.

    Kasus pelanggaran protokol kesehatan di aksi 1812 telah naik ke tahap penyidikan. Tersangka akan dijerat Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id