Pencaplok Tanah Ibu Dino Patti Djalal Dijerat Pasal Berlapis

    Siti Yona Hukmana - 22 Februari 2021 10:56 WIB
    Pencaplok Tanah Ibu Dino Patti Djalal Dijerat Pasal Berlapis
    Ilustrasi pengumpulan bukti. Medcom.id/M Rizal



    Jakarta: Fredy Kusnadi, tersangka pencaplokan tanah milik Zurni Hasyim Djalal, ibu mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal dijerat pasal berlapis. Fredy diduga kuat terlibat dalam sindikat mafia tanah yang mengakibatkan korban merugi.

    "Tersangka dikenakan tindak pidana pemalsuan dan atau membuat akta palsu dan atau menempatkan keterangan palsu ke dalam akta autentik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263, 264, 266 KUHP yang terjadi pada 2019 dengan pelapor Yurmisnawita," tulis surat ketetapan tersangka atas Fredy yang diterima Medcom.id, Senin, 22 Februari 2021.






    Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan penipuan itu artinya adanya kondisi palsu, bujuk rayu, rangkaian kata-kata bohong. Supaya seseorang menyerahkan sesuatu.

    "Pasal 263 KUHP-nya, ada yang dipalsukan yaitu kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk (KTP) dan identitas lainnya. Kondisi yang dipalsukan lainnya adalah figur," ujar Tubagus.

    Menurut Tubagus, figur itu dibuat oleh tersangka sedemikian rupa agar menyerupai korban. Agar lebih percaya, dilengkapi dengan dokumen KTP palsu.

    "Kemudian melakukan transaksi di pejabat pembuat akta tanah. Terjadilah pemindahan hak, padahal yang punya tidak tahu karena seolah-olah saja. Figur saja yang dihadirkan di sana yang menyerupai, KTP-nya palsu," ungkap Tubagus.

    Baca: 15 Orang Jadi Tersangka Kasus Mafia Tanah Ibunda Dino Patti Djalal

    Peran Fredy dalam perkara ini disebut polisi adalah membayar seseorang untuk menjadi figur Yurmisnawita, saudara Ibu Dino. Sertifikat tanah dan bangunan milik ibu Dino yang terdapat di Cilandak, Jakarta Selatan, itu kini atas nama Yurmisnawita.

    "Fredy Kusnadi yang membayar Aryani (tersangka) Rp10 juta untuk menjadi Figur Yurmisnawita," kata Kasubdit Harta dan Benda (Harda) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Dwiasi Wiyatputera di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 19 Februari 2021.

    Aryani Nustaria ditetapkan tersangka dan lebih dulu ditangkap polisi. Penyidik menetapkan Fredy sebagai tersangka atas keterangan Aryani dengan bukti pemalsuan KTP dan rekam komunikasi. Fredy dinilai mengubah sertifikat ibu Dino menjadi namanya tanpa sepengetahuan korban.

    Pasal 263 KUHP terkait tindak pidana pemalsuan surat. Jika pemakaian dokume tersebut dapat menimbulkan kerugian, pelaku dapat dipidana penjara paling lama enam tahun.

    Pasal 264 KUHP menegaskan pemalsuan surat terhadap akta-akta otentik diancam dengan pidana penjara paling lama delapan tahun. Sementara itu, Pasal 266 KUHP menyatakan pemalsu akta yang menyuruh orang melakukan pidana diancam pidana penjara paling lama tujuh tahun.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id