Semua Komponen Masyarakat Papua Bantu TGPF

    Cahya Mulyana - 18 Oktober 2020 03:57 WIB
    Semua Komponen Masyarakat Papua Bantu TGPF
    Ilustrasi. Proses investigasi TGPF terkait meninggalnya Pendeta Yeremia Zanambani, dua anggota TNI, dan satu warga sipil berjalan lancar. Medcom.id
    Jakarta: Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya memastikan proses investigasi meninggalnya Pendeta Yeremia Zanambani, dua anggota TNI, dan satu warga sipil berjalan lancar. Hal itu berkat bantuan masyarakat, instansi pemerintah, pihak keamanan, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).

    "Mudah-mudahan data, informasi dan harapan bisa kami tampung dan kami komunikasikan jadi temuan tim. Itu untuk kita jadikan kesimpulan dan jadi bagian rekomendasi," kata anggota Tim Investigasi Lapangan TGPF Sugeng Purnomo saat memberikan keterangan resmi secara virtual, Sabtu, 17 Oktober 2020.

    Menurut Sugeng, tokoh agama mulai dari pendeta hingga uskup memberikan informasi dan membantu tim berkomunikasi langsung dengan keluarga korban di Intan Jaya, Papua. TGPF juga mendapat sokongan informasi dari LSM HAM dan Komnas HAM yang seluruhnya dirangkum dalam sebuah laporan. Laporan itu akan diserahkan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD pada Senin, 19 Oktober 2020.

    "Dan apa-apa yang kami kerjakan dan hasilkan bisa bermanfaat secara keseluruhan untuk Bumi Cendrawasih," tegasnya.

    Pendekatan Kultural

    Ketua Tim Investigasi Lapangan TGPF Benny J Mamoto menjelaskan tim ini menggunakan pendekatan kultural untuk mengungkap tabir di balik kematian Yeremia, dua anggota TNI, dan satu warga sipil di Intan Jaya pada pertengahan September 2020. Dengan cara itu, kata dia, masyarakat dan keluarga korban membuka dengan senang hati kehadiran TGPF. Bahkan keluarga Yeremia akhirnya mengizinkan untuk dilakukan autopsi.

    "Proses mengalir dan tumbuh keakraban, setelah kami jelaskan arti penting masalah," katanya.

    Baca: Komnas HAM: Kematian Pendeta di Intan Jaya Rentetan Peristiwa

    Dia menjelaskan TGPF dalam laporan yang akan diserahkan kepada Mahfud MD selain menyertakan temuan di lokasi kejadian juga keterangan dari 42 saksi. Namun, tim tidak meminta keterangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) dengan alasan keamanan.

    "Kami tidak melakukan itu, tapi kami mendengarkan suara tokoh masyarakat dan menjadi masukan dan aspirasi," ujarnya.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id