• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 12 NOV 2018 - RP 50.937.259.118

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

 narkoba  

Produsen Liquid Vape Narkoba juga Jual Ekstrak Ganja

Siti Yona Hukmana - 08 November 2018 20:14 wib
Pelaku pembuat liquid vape narkoba - Medcom.id/Siti Yona
Pelaku pembuat liquid vape narkoba - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jakarta: Produsen narkotika jenis liquid vape yang mengandung metilendioksi metamfetamina (MDMA), TY mengaku juga menjual ekstrak ganja. Dia menilai ekstrak ganja baik untuk kesehatan. 

"Awal mulanya saya lihat di luar itu banyak manfaat dari ekstraksi ganja sendiri. Jadi kita melihat ganja hanya sebatas represionalnya saja, sebenarnya banyak banget manfaat dari ganja tersebut. Tapi dengan dosis yang pas," kata TY di Jalan Janur Elok VII Blok QH5 Nomor 12, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis, 8 November 2018.

TY mengaku konsumsi ekstrak ganja yang pas baik untuk stres. Narapidana narkotika di Lapas Cipinang itu mengaku sudah 15 tahun mengonsumsi ekstrak ganja. 

Dia kemudian mencoba untuk menjual. "Saya enggak jual ganja, saya jual ekstraknya saja," kilah dia. 

TY mengaku peralatan untuk membuat ekstrak ganja dicicil selama satu tahun. Pembelian peralatan itu dari hasil mengedarkan narkoba jenis tembakau gorila. 

"Iya, tembakau gorila itu untuk saya cari modalnya, keluarga saya juga bukan keluarga mampu ya mungkin dari situ sedikit-sedikit (mengumpulkan modal membeli peralatan)," beber dia.

Adapun untuk memproduksi narkotika jenis liquid vape yang mengandung MDMA, TY mengaku belajar dari internet. "Belajarnya dari artikel-artikel di internet kan banyak. Akun sosmed kan juga banyak. Jadi saya pelajari banyak hal dari situ saya catat-catat, lalu saya praktik-praktik," tutur dia. 

(Baca juga: Rutan Cipinang Bakal Larang Penggunaan Vape)

Hingga penangkapan, TY memiliki 20 orang karyawan. Mereka semua diajarkan untuk membuat narkoba. 

"Mereka datang ke rutan, saya jelasin pakai gambar. Saya bikin konsep ekstraktor, saya gambar desainnya, mereka bawa ke tukang bubut, mereka bikin," beber dia.

Subdit I Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya menangkap dalang peredaran narkoba jenis liquid vape yang mengandung metilendioksi metamfetamina (MDMA). Pelaku merupakan napi Lapas Cipinang berinisial TY.  

Dari dalam lapas, TY mengendalikan pembuatan liquid narkoba untuk vape. Dia bahkan mempunyai laboratorium sendiri untuk memproduksi narkoba dalam berbagai jenis (THC, MDMA, 5-Fluoro ADB). 

Akibat perbuatannya TY dan para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun. 
 


(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.