Novanto Prihatin Irvanto Dihukum 10 Tahun Penjara

Damar Iradat - 18 Desember 2018 12:45 wib
Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar
Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar

Jakarta: Mantan Ketua DPR Setya Novanto mengaku prihatin dengan nasib keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi, yang divonis 10 tahun penjara. Irvanto dinilai tak layak dihukum berat.

Menurut dia, Irvanto dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) hanya sebagai kurir yang mengantarkan uang ke sejumlah anggota DPR. Bahkan, Irvanto tidak mencicipi hasil uang haram tersebut.

"Ya, kasihan. Berat, ya, karena dia (Irvanto) sebagai pengantar. Saya sangat prihatin sekali apa yang sudah diputuskan," kata Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Desember 2018.

Novanto menyebut Irvanto hanya diperalat oleh Andi Agustinus alias Andi Narogong. Tetapi, hukuman Irvanto hampir sama dengan Andi yang divonis 13 tahun penjara.

(Baca juga: Irvanto Terbuai Janji Andi Narogong)

Namun, kata dia, putusan majelis hakim harus dihormati. Irvanto juga harus bisa menjalani masa hukumannya tersebut.

"Kita tetap menghormati apa pun putusannya. Ya sudah lakukan, tapi beratnya luar biasa ya, dia masih muda," tutur dia. 

Sebelumnya, Irvanto Hendra Pambudi dan pemilik Delta Energy Made Oka Masagung divonis 10 tahun penjara. Keduanya terbukti menjadi perantara suap untuk mantan Ketua DPR Setya Novanto dalam pengadaan proyek KTP-el. Mereka dinilai telah memperkaya Novanto sebesar USD7,3 juta.

Irvanto sudah dieksekusi ke Lembaga Permasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Eksekusi dilakukan setelah Irvanto dan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mengajukan banding atas putusan hakim.

(Baca juga: Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara)
 


(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.