Penanganan Pecandu Narkotika Masih Bertentangan dengan Hukum

    Nur Azizah - 02 Desember 2019 13:27 WIB
    Penanganan Pecandu Narkotika Masih Bertentangan dengan Hukum
    Anggota Komisi III DPR Brigitta Hillary Lasut. Medcom.id/Arga Sumantri
    Jakarta: Penanganan pecandu narkotika dinilai masih bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Banyak pecandu yang dijerat hukuman pidana, meski Pasal 58 UU Narkotika mengatur pecandu serta korban obat-obatan terlarang wajib menjalani rehabilitasi medis dan sosial.

    Anggota Komisi III DPR Brigitta Hillary Lasut mencontohkan kasus yang dialami komedian Tri Retno Prayudatri atau Nunung. Nunung divonis 1,5 tahun penjara karena kedapatan memiliki 0,36 gram sabu-sabu.

    "Padahal, dalam Surat Edaran Mahkamah Agung No 4 Tahun 2010 sudah ditegaskan pengguna dengan barang bukti di bawah satu gram direhabilitasi, bukan penjara," ujar Brigitta di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019.

    Menurut Brigitta, perlu ada kerja sama yang baik antara kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menyelesaikan masalah ini. Pasalnya, masalah ini sangat penting agar sanksi yang dijatuhkan tidak bertentangan dengan aturan perundang-undangan.

    "Perlu adanya ketegasan secara regulasi agar tidak bertentangan supaya penanganan pengguna narkotika dapat dilakukan rehabilitasi medis maupun sosial," ujar politikus Partai NasDem itu.

    MA mengeluarkan surat edaran terkait batasan kadar narkoba. Pengguna narkoba yang kedapatan memiliki barang haram di atas batas maksimal akan dikenakan hukuman sesuai UU Narkotika.

    Berikut daftar batasannya:

    - sabu kurang dari satu gram;
    - ekstasi kurang dari 2,4 gram atau sama dengan delapan butir;
    - kelompok heroin kurang dari 1,8 gram;
    - kelompok kokain kurang dari 1,8 gram;
    - kelompok ganja kurang dari lima gram;
    - daun koka kurang dari lima gram;
    - meskalin kurang dari lima gram;
    - kelompok psilosybin kurang dari tiga gram;
    - kelompok LSD (d-lysergic acid diethylamide) kurang dari dua gram;
    - kelompok PCP (phencylidine) kurang dari tiga gram;
    - kelompok fentanil kurang dari satu gram;
    - kelompok metadon kurang dari 0,5 gram;
    - kelompok morfin kurang dari 1,8 gram;
    - kelompok petidin kurang dari 0,96 gram;
    - kelompok kodein kurang dari 72 gram;
    - kelompok bufrenorfin kurang dari 32 mg.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id