Suap Bos PT Humpus Berkode Donat

    Fachri Audhia Hafiez - 31 Juli 2019 18:56 WIB
    Suap Bos PT Humpus Berkode Donat
    Suasana sidang Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti di Pengadilan Tipikor. Medcom.id/Fachri Audia Hafiez.
    Jakarta: Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti menyebut Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) Ahmadi Hasan menerima uang dalam perkara suap. Mereka menggunakan donat sebagai kode uang.

    Awalnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi terkait percakapan Asty dengan Direktur PT HTK Taufik Agustono. Dalam percakapan itu Taufik menanyakan apakah uang untuk Ahmadi sudah dipersiapkan.

    "Iya sudah disampaikan juga saksi Desi (staf keuangan PT HTK Desi Ardinesti) juga sampaikan bahwa donat itu adalah uang," kata Asty di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Juli 2019.

    Asty mengatakan uang untuk Ahmadi tersebut bernilai USD14.700 dan USD13.800. Uang itu diberikan kepada Ahmadi secara bertahap.

    Baca: KPK Berwenang Hukum Mati Koruptor

    Uang senilai USD14.700 diserahkan di The Papilion Pasific Place, Jakarta. Asty mengaku duit tersebut dimasukkan dalam bingkisan cokelat saat akan diserahkan. Kemudian uang senilai USD13.800 diserahkan di kantor PT Pilog tepatnya di ruang kantor Ahmadi.

    "Jadi saat itu saya hanya diperintahkan untuk menyiapkan dan untuk bertemu dengan Pak Ahmadi," ujar Asty.

    Asty Winasti didakwa menyuap mantan anggota DPR Bowo Sidik Pangarso US$158.733 dan Rp311.022.932. Bowo Sidik selaku anggota komisi VI DPR RI yang bermitra dengan BUMN diduga membantu PT HTK mendapatkan pekerjaan pengangkutan atau sewa kapal dengan Pilog.

    Selain Bowo, Direktur Utama PT Pilog Ahmadi Hasan dan Steven Wang juga menerima uang atas kerja sama itu. Ahmadi menerima uang sebesar USD28.500 dan Steven Wang menerima USD32.300 dan Rp186.878.664.

    Selanjutnya, Asty juga menerima sejumlah uang dari kerja sama itu. Asty menerima dengan rekening berbeda. Ia diduga menerima fee sebesar USD3.000 per bulan yang dikirimkan ke rekening atas nama Agus Rustiana. Kemudian Agus Rustiana mentransfer balik uang tersebut dalam bentuk rupiah ke Asty.

    Atas perbuatannya Asty didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001.



    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id