Polri Tolak Permintaan DPD Bebaskan Mahasiswa Papua

    Kautsar Widya Prabowo - 27 November 2019 02:36 WIB
    Polri Tolak Permintaan DPD Bebaskan Mahasiswa Papua
    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Argo Yuwono. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
    Jakarta: Polri memastikan proses hukum terhadap puluhan mahasiswa Papua yang ditangkap terkait ujaran kebencian rasisme yang berujung kericuhan di beberapa wilayah Papua tetap berlanjut. Meski adanya permintaan bebas dari perwakilan DPD RI.

    "Pada prisipnya para tersangka tindak pidana harus mempertanggung jawabkan perbuatannya," ujar Karopenmas Mabes Polri Kombes Argo Yuwono, di Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 26 November 2019. 

    Argo menambahkan, saat ini total terdapat 80 mahasiswa Papua yang telah diamankan. Sebanyak 19 orang ditangkap di Wamena, Paniai 14 orang, dan di Timika 10 orang. 

    "Proses tetap berjalan, ada proses sidang juga ada, ada proses tahap dua. Ini semua kita limpahkan kejaksaan, wewenang penunutu umum," jelasnya.

    Sebelumnya, Panitia Khusus (Pansus) Papua DPD RI meminta Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD membebaskan mahasiswa Papua yang ditahan pasca kejadian rasisme di Surabaya.Mahasiswa tersebut seharusnya dibina tidak ditahan.

    "Tadi kami sampaikan ke Pak Menko Polhukam untuk sesegara mungkin mengambil langkah cepat untuk membebaskan seluruh mahasiswa Papua, karena sesungguhnya mahasiswa Papua yang perlu dibina dan diselamatkan dari pada pikiran politik," ujar Ketua Pansus Papua, Filep Wamafma di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin, 25 November 2019.



    (EKO)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id