Kuasa Hukum Imam Nahrawi Nilai KPK Tidak Konsisten

    Ilham Pratama Putra - 08 November 2019 18:13 WIB
    Kuasa Hukum Imam Nahrawi Nilai KPK Tidak Konsisten
    Sidang praperadilan Imam Nahrawi. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra
    Jakarta: Kuasa hukum Imam Nahrawi, Saleh, menyindir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak siap menghadapi peradilan. Saleh menyebut bukti yang dibawa KPK pada sidang gugatan praperadilan berubah-ubah.

    "KPK kemarin menyatakan 157 bukti dalam jawaban. Begitu pembuktian hanya 42 bukti," kata Saleh usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat, 8 November 2019.

    Dia menyebut KPK seolah-olah baru mencari bukti buat menjerat Imam Nahrawi saat sidang gugatan praperadilan bergulir pada 4 November 2019. Saleh menambahkan ada perubahan nominal uang yang diterima Imam.

    "Statement pimpinan KPK mengatakan, bahwa Pak Imam Nahrawi ini menerima Rp26,5 miliar rupiah. Begitu dalam jawaban itu berubah lagi Rp23,3 miliar," beber Saleh.

    Saleh berharap hakim objektif memutus perkara eks Menpora itu. Dia yakin memenangkan praperadilan ini. 

    "Karena kalau dari sisi materi kita sangat yakin bahwa, penetapan Pak Imam sebagai tersangka ini sangat tidak sesuai dengan Undang-Undang KPK maupun di dalam KUHAP," kata dia. 

    Imam ditetapkan sebagai tersangka bersama asisten pribadinya (aspri) Miftahul Ulum. Imam diduga menerima suap dan gratifikasi Rp26,5 miliar melalui Ulum.

    Pemberian uang itu sebagai komitmen fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018. Imam menerima suap dan gratifikasi itu sebagai ketua Dewan Pengarah Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dan menpora.

    Imam dan Miftahul dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.





    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id