Korban Pinjaman Online 'Rela Digilir' Lapor Polisi

    Kautsar Widya Prabowo - 25 Juli 2019 07:07 WIB
    Korban Pinjaman <i>Online</i> 'Rela Digilir' Lapor Polisi
    Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
    Jakarta: Korban pinjaman online berinisial YI, 50, mengaku mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan dari beberapa perusahaan financial technologi (fintech). Oknum fintech dari InCash, KantongKu, UangKu, FlashCash, SakuKu, dan DOKU, dianggap telah mencemarkan nama baiknya.

    Penasihat Hukum korban, Gede Sukadenawa Putra mengungkapkan kliennya telah mengambil jalur hukum dengan melaporkan kasus ini ke Polres Solo, Jawa Tengah. Lantaran telah melakukan pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    Dia menjelaskan awal perkara ketika kliennya ditagih sebanyak dua kali oleh pelaku fintech tersebut. Namun ia belum dapat membayar tagihan, langsung dihakimi oleh fintech tersebut dengan cara membuat grup Whatsapp yang anggotanya adalah rekan kerja, sahabat, dan keluarganya.

    Dalam group WA tersebut terpampang wajah beserta kalimat yang mengisyaratkan bahwa klienya rela untuk melakukan hubungan suami istri dengan bayaran Rp1.054.000. Uang tersebut dijelaskan untuk melunasi utang yang berada di aplikasi Incash.

    "Klien saya akan melaporkan hal tersebut malam ini ke Polres Solo, karena peristiwa pidananya itu terjadi di Solo. Klien saya dirugikan atas peristiwa itu. Namanya dicemarkan kemana-mana melalui grup Whatsapp," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu, 24 Juli 2019.

    Menurut Gede, kliennya dipastikan tidak merasa menjajakan dirinya ke publik hanya untuk melunasi utangnya. Pengumuman tersebut dibuat oleh oknum pelaku fintech.

    Selain itu, kliennya tidak meminjam uang yang besar, misalnya pada fintech InCash, kliennya itu meminjam uang secara online sebesar Rp1 juta ke InCash. Namun yang dicairkan InCash ke kliennya hanya Rp650 ribu, sementara tagihannya lebih dari Rp1 juta.

    "Pinjamnya berapa, terus yang dicairkan berapa, ini jelas tidak benar. Ditambah bunga yang lumayan besar juga dikenakan ke klien saya," katanya

    Sementara itu, korban berinisial YI mengatakan dirinya baru  mendapatkan informasi ihwal pencemaran nama baiknya melalui grup Whatsapp setelah diundang masuk ke dalam grup oleh debt collector fintech tersebut.

    Dia mengaku kaget, karena foto pada grup tersebut adalah foto dirinya dengan tambahan narasi yang dinilai melecehkan korban. Ia menduga gawai yang gunakan telah disadap oleh oknum pelaku fintech. "Nyadap dari HP saya, isi SMS saya pun mereka tau," pungkasnya.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id