Penyanyi Dangdut Betty Elista Mangkir Bersaksi di Sidang Suap Ekspor Benur

    Fachri Audhia Hafiez - 09 Juni 2021 00:38 WIB
    Penyanyi Dangdut Betty Elista Mangkir Bersaksi di Sidang Suap Ekspor Benur
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Penyanyi dangdut Betty Elista tidak hadir dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi ekspor benih bening lobster (BBL) atau benur. Alasan ketidakhadirannya tidak diketahui.

    "Kita sudah panggil tapi yang bersangkutan enggak datang. Alasannya sampai sekarang kita enggak tahu kenapa. Karena enggak ada konfirmasi dari yang bersangkutan," ujar jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Zainal Abidin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Juni 2021.

     



    Rencananya jaksa ingin menggali aliran uang terkait ekspor benur kepada Betty. Dalam surat dakwaan eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Betty disebut menerima uang Rp15 juta.


    Baca: Penyanyi Dangdut hingga Penjual Durian akan Bersaksi di Sidang Suap Ekspor Benur

    Fulus itu berasal dari Edhy. Pemberian diduga dilakukan sekitar September hingga Oktober 2020.

    Absennya Betty diyakini tidak menggangu persidangan. Jaksa sudah menghadirkan lebih dari 60 saksi untuk membongkar kasus rasuah tersebut.

    "Satu saksi kan enggak mengganggu karena kan masih banyak saksi-saksi. Satu saksi tidak berpengaruh pada pembuktian kita," kata Zainal.

    Agenda persidangan berikutnya, yakni mendengarkan keterangan ahli. Majelis hakim Pengadilan Tipikor memerintahkan supaya berita acara pemeriksaan (BAP) Betty saat diperiksa penyidik KPK dibacakan.

    "Tadi sudah ada keputusan hakim agar BAP-nya, keterangannya dibacakan saja poin-poinnya," ucap Zainal.

    JPU KPK awalnya menjadwalkan tujuh saksi memberikan keterangan di persidangan. Selain Betty, enam saksi lainnya, yakni penjual durian Qushairi Rawi; asisten rumah tangga di rumah pejabat DPR Sugianto; ibu rumah tangga Devi Komalasari,; Staf Staf Khusus Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Andreau Misanta Pribadi dan Dibagus Aryoseto; serta Legal Divisi Hukum Bank Negara Indonesia (BNI) Amanda Tita Mahesa dan Riva Rofikoh.

    Ketujuh saksi diperiksa untuk enam terdakwa yang dijerat kasus dugaan korupsi izin ekspor BBL atau benur. Mereka terdiri dari eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo; asisten pribadi Edhy, Amiril Mukminin; staf istri menteri kelautan dan perikanan Ainul Faqih; serta Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Safri, Andreau Pribadi Misanta, dan Siswadhi Pranoto Loe.

    Edhy Prabowo bersama-sama Andreau Pribadi Misanta, Safri, Amiril Mukminin, Ainul Faqih, dan Siswadhi Pranoto Loe didakwa menerima hadiah atau janji berupa uang sebesar US$77 ribu dan Rp24,6 miliar. Uang itu berasal dari emilik PT Dua Putra Perkasa Pratama (PT DPPP) Suharjito dan sejumlah eksportir BBL.

    Suharjito telah divonis dua tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider tiga bulan kurungan. Dia telah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Cibinong.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id