Tagar #Percumalaporpolisi di Kasus Bapak Perkosa 3 Anak Dianggap Kritik Membangun

    Siti Yona Hukmana - 14 Oktober 2021 09:58 WIB
    Tagar #Percumalaporpolisi di Kasus Bapak Perkosa 3 Anak Dianggap Kritik Membangun
    Ilustrasi/Medcom.id



    Jakarta: Tanda pagar (tagar) #Percumalaporpolisi menggema di jagat Twitter terkait kasus bapak perkosa tiga anak kandung. Polri menilai tagar tersebut sebagai kritik yang membangun.

    "Kalau dikatakan seperti itu bagi kami adalah kritik menjadi maju. Tentu jawabannya menunjukkan meningkatkan pelayanan, pengayoman, penegakan hukum transparan, dan akuntabel," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat dikonfirmasi, Kamis, 14 Oktober 2021. 

     



    Dia menampik pihaknya membalas tagar #Percumalaporpolisi dengan hal lain. Sebab, Polri fokus melakukan tugas pokok dan fungsi terkait penegakan hukum.

    "Tugas pokok Polri melindungi, mengayomi menegakan hukum. Tidak ada kita perang hastag, kita tidak melayani perang. Kita bukan perang hastag, kita jawab dengan tupoksi kita," ujar Ramadhan. 

    Baca: Psikolog Forensik Nilai Tagar Percuma Lapor Polisi Tidak Patut Diteruskan

    Tagar #percumalaporpolisi muncul setelah Polda Sulawesi Selatan dan Polres Luwu Timur menghentikan penyelidikan kasus bapak perkosa tiga anak kandungnya di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Penghentian proses kasus dinilai tidak berpihak kepada masyarakat, yakni ibu kandung korban selaku pelapor kasus tersebut. 

    Polisi menghentikan kasus setelah melakukan gelar perkara. Polisi tidak menemukan bukti-bukti pencabulan, salah satunya tidak terdapat kelainan pada organ kelamin dan dubur serta perlukaan pada tubuh lain korban berdasarkan hasil Visum et Repertum (VER). 

    Namun, terdapat peradangan pada vagina dan dubur berdasarkan pemeriksaan medis di Rumah Sakit Vale Sorowako. Dokter Imelda yang menangani korban menyarankan untuk pemeriksaan lanjutan ke dokter kandungan. Belakangan, ibu korban membatalkan pemeriksaan tersebut dengan alasan takut anak trauma. 

    Polri akan membuka kembali penyelidikan apabila terdapat bukti baru. Polri menerima bukti dari siapa saja, baik penyidik langsung maupun ibu korban dan masyarakat. 


    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id