Begini Kata Pakar Soal Notaris, Isu Kriminalisasi, dan Mafia Tanah

    Siti Yona Hukmana - 24 November 2021 19:44 WIB
    Begini Kata Pakar Soal Notaris, Isu Kriminalisasi, dan Mafia Tanah
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Guru Besar Hukum Pidana Universitas Padjadjaran Romli Atmasasmita merespons isu kriminalisasi dalam penetapan tersangka terhadap notaris, Erwin Riduan dan Ina Rosaina, pada kasus mafia tanah yang menimpa keluarga artis Nirina Zubir. Kriminalisasi dianggap terjadi bila ada penyimpangan dari undang-undang.

    "Jika kriminalisasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan maka positif (tidak menyimpang). Namun, jika over kriminalisasi baru dosa," kata Romli Atmasasmita saat dikonfirmasi, Rabu, 24 November 2021. 

     



    Menurut dia, notaris menjalankan tugasnya harus sesuai Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris. Notaris bisa diberi sanksi peringatan dan administrasi apabila ada penyimpangan dalam tugasnya, salah satunya pada pembuatan akta. 

    "Tetapi, tidak berarti bahwa ketentuan pidana tidak berlaku. Sepanjang bukti-bukti yang diperoleh penyelidik cukup, maka bisa dikenakan satu tindak pidana," ungkap Romli. 

    Baca: Kementerian ATR/BPN Imbau Masyarakat Urus Dokumen Pertanahan Mandiri

    Namun, Romli tak percaya notaris nekat menipu, menggelapkan, dan memalsukan dokumen seorang diri. Dia menduga kuat ada sokongan dari pihak lain.

    Romli mengatakan notaris perlu diawasi. Selain itu, profesi ini masih dilanda masalah soal belum adanya koordinasi majelis pengawas serta sinergi pengurus pusat dan daerah.

    "Jika tidak ditangani dengan baik, maka masalah-masalah yang dihadapi notaris dalam ruang lingkup keperdataan bisa menjadi pidana," ucap dia.

    Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap notaris Ina Rosaina di Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan, pada Senin dini hari, 22 November 2021. Hal itu buntut tersangka kasus mafia tanah itu tidak memenuhi panggilan penyidik. 

    Sehari setelahnya, notaris Erwin Riduan menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, sekitar pukul 12.16 WIB. Erwin sempat menghilang saat polisi mendatangi tempat tinggalnya.

    Polda Metro Jaya telah menetapkan lima tersangka dalam kasus mafia tanah yang merugikan keluarga Nirina Zubir sekitar Rp17 miliar. Para tersangka dijerat Pasal 263, 264, 266, dan 372 KUHP terkait penipuan dan pemalsuan dokumen. Mereka juga dijerat Pasal 3, 4, dan 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id