comscore

IM57+ Institute Siap Audit Kekayaan Pimpinan KPK Tanpa Dibayar

Fachri Audhia Hafiez - 04 Desember 2021 08:15 WIB
IM57+ Institute Siap Audit Kekayaan Pimpinan KPK Tanpa Dibayar
ilustrasi/medcom.id
Jakarta: IM57+ Institute siap melakukan audit terhadap harta kekayaan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Perkumpulan yang didirikan eks penyidik KPK Novel Baswedan itu menyatakan siap mengaudit tanpa dibayar.

"IM57+ Institute siap untuk melakukan audit terhadap harta kekayaan pimpinan KPK tanpa bayaran sepeserpun," kata Ketua IM57+ Institute M Praswad Nugraha melalui keterangan tertulis, Jumat, 3 Desember 2021.
Langkah IM57+ Institute itu menyusul pemberitaan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron yang meroket. IM57+ Institute menilai peningkatan harta kekayaan harus dipertanggungjawabankan melalui penjelasan yang komprehensif dari pimpinan KPK.

"Mengingat, esensi adanya LHKPN merupakan salah satu upaya untuk menciptkan iklim transparansi dan akuntabilitas khususnya dalam mencegah adanya peningkatan kekayaan dari sumber ilegal (illicit enrichment)," ujar Praswad.

Praswad menilai segala bentuk peningkatan kekayaan penyelenggara negara harus dipertanggungjawabkan ke publik. Terlebih, pimpinan KPK merupakan posisi jabatan yang strategis dalam pemberantasan korupsi.

"Hal tersebut juga untuk menghindari bebagai spekulasi masyarakat yang timbul atas adanya peningkatan harta tersebut," ucap Praswad.

Baca: Kekayaannya Meningkat, Komisioner KPK Beri Penjelasan

Nurul Ghufron mendapatkan kritik karena kekayaannya meningkat. Kekayaan Ghufron meningkatkan semenjak menjabat sebagai komisioner KPK.

Berdasarkan catatan LHKPN yang dilaporkan pada Desember 2020, kekayaan Ghufron tercatat mencapai Rp13,48 miliar. Pada laporan tahun sebelumnya yakni saat baru menjabat sebagai wakil ketua KPK, kekayaan Ghufron hanya Rp9,23 miliar.

Sebelum menjabat sebagai komisioner KPK, Ghufron merupakan Dekan di Universitas Jember. Total kekayaan Ghufron saat akhir menjabat sebagai Dekan di Universitas Jember hanya Rp6,74 miliar berdasarkan catatan LHKPN yang dilaporkannya pada Desember 2018.

Ghufron menjelaskan dirinya membeli beberapa tanah dan bangunan dalam beberapa tahun terakhir ini. Pembelian itu membuat kekayaannya meningkat.

"Perlu saya jelaskan aset saya kebanyakan properti tanah dan bangunan yang saya beli dari lelang negara," kata Ghufron kepada Medcom.id, Jumat, 3 Desember 2021

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id