Pelaku Pemalsu Dokumen Ditangkap

    Siti Yona Hukmana - 19 September 2019 18:26 WIB
    Pelaku Pemalsu Dokumen Ditangkap
    Rilis pemalsuan dokumen pemerintahan di Polda Metro Jaya. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Subdirektorat II harta dan benda (Harda) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menangkap pelaku pemalsuan dokumen, Helmi, 54. Tersangka memalsukan dokumen pemerintahan berupa ijazah, sertifikat rumah, sertifikat tanah, SIM hingga STNK. 

    "Dia berperan sebagai pembuat dokumen palsu. Ada satu lagi berinisial DD masih kita buru," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 19 September 2019. 

    Suyudi mengatakan penangkapan Helmi merupakan pengembangan dari kasus penipuan properti di wilayah Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Tersangka penipuan properti meminta Helmi memalsukan sertifikat hak milik (SHM) korban. 

    "Dia sudah pesan beberapa kali ke tersangka ini," ungkap Suyudi.

    Sertifikat berharga yang dipalsukan itu dijual ke mafia properti senilai Rp10 juta hingga Rp15 juta. Helmi beraksi sejak 2011 hingga 2019. 

    "Dia enggak pernah ditangkap karena beraksi dengan licin dan baru ditangkap saat ini," ucap Suyudi.

    Helmi ditangkap di sebuah ruko di kawasan Jakarta Pusat, Rabu, 28 Agustus 2019. Kasubdit Harda Polda Metro Jaya, Kompol M Gafur, mengatakan Helmi menutupi aksinya dengan usaha percetakan. 

    Polisi menyita sejumlah barang bukti, seperti satu set komputer, printer scanner, monitor untuk membandingkan sertifikat asli dengan palsu, tiga lembar kertas HVS, satu unit handphone dan sejumlah sertifikat yang dipalsukan.

    Helmi mengaku mempelajari pembuatan dokumen palsu secara otodidak. Pembuatan memakan waktu tiga hingga lima hari. 

    "Mereka bertransaksi sistem putus ya artinya pelaku enggak kenal sama dia. Pelaku mafia properti enggak kenal dia tapi dia tahu dari orang, kemudian dari orang lain lagi," ucap Gafur.

    Helmi menggunakan hasil kejahatannya untuk kebutuhan sehari-hari. Helmi dijerat Pasal 378 KUHP, Pasal 372 KUHP, Pasal 263 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.


    (REN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id