Novel Ragu Diserang karena Dendam

    Candra Yuri Nuralam - 07 Januari 2020 07:51 WIB
    Novel Ragu Diserang karena Dendam
    Penyidik KPK Novel Basweddan diperiksa di Polda Metro Jaya. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman
    Jakarta: Penyidik senior Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Novel Baswedan ragu motif tersangka penyiram air keras, RM dan RB, didasari dendam pribadi. Hal itu dianggap irasional.

    "Saya pastikan dan hampir bisa memastikan dengan fakta-fakta yang saya sampaikan dalam proses pemeriksaan bahwa ini terkait dengan tugas-tugas saya dalam rangka memberantas korupsi," kata Novel di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 6 Januari 2020.

    Novel meyakini hal itu karena tidak mempunyai hubungan apa pun dengan para tersangka. Dia tidak mengenal RB maupun RM.

    "Tidak pernah bertemu, tidak terkait apa pun dengan orang yang disebut sekarang ini sebagai tersangka. Tentunya enggak masuk akal apabila itu adalah urusan personal," ujar Novel

    Novel meminta penyidik bisa bijak dalam memutuskan kasusnya. Dia meminta para penyidik melirik hasil tim yang menangani kasus sebelumnya sebagai referensi pengungkapan kasus.

    "Banyak yang melakukan pemeriksaan itu, investigasi mendalam, baik dilakukan oleh Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia), tim gabungan yang dibentuk oleh Polri juga melakukan, dan ada beberapa rekan-rekan kuasa hukum juga melakukan pendalaman soal itu," tutur Novel.

    Novel Baswedan disiram dengan air keras oleh dua orang tak dikenal pada Selasa, 11 April 2017. Penyidik senior KPK itu menjadi korban teror usai salat Subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
     
    Pada eranya, eks Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk Tim Pencari Fakta untuk membedah kasus Novel. Tim yang terdiri dari beragam ahli itu menyimpulkan penyerangan ini terkait pekerjaan Novel sebagai penyidik KPK.
     
    Pengusutan kasus Novel kemudian dilanjutkan Tim Teknis yang bekerja mulai Kamis, 1 Agustus 2019. Tim yang berisikan personel dengan beragam kemampuan khusus ini bekerja secara senyap.
     
    Presiden Joko Widodo mengultimatum Kapolri Jenderal Idham Azis, yang baru dilantik Jumat, 1 November 2019, untuk mengungkap penyerang Novel secepatnya. Tersangka RM dan RB akhirnya ditangkap Kamis, 26 Desember 2019.
     
    Dua polisi penyerang Novel itu kini dijebloskan di Rumah Tahanan (Rutan) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri untuk 20 hari pertama. RB sempat berteriak mencela Novel saat hendak masuk mobil tahanan.
     
    "Tolong dicatat saya enggak suka sama Novel karena dia pengkhianat," ungkap RB, Sabtu, 28 Desember 2019.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id