Bowo Sidik Mengaku 'Diguyur' Tetty Paruntu Rp600 Juta - Medcom

    Bowo Sidik Mengaku 'Diguyur' Tetty Paruntu Rp600 Juta

    Fachri Audhia Hafiez - 23 Oktober 2019 14:39 WIB
    Bowo Sidik Mengaku 'Diguyur' Tetty Paruntu Rp600 Juta
    Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019. Foto: Antara/Wahyu Putro A
    Jakarta: Eks anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso mengaku menerima gratifikasi Rp600 juta dari Bupati Minahasa Selatan, Sulawesi Utara (Sulut), Christiany Eugenia Tetty Paruntu. Uang itu diserahkan terkait dua isu. 

    "Saya terima, saya buka di mobil itu nilainya Rp300 juta. Kedua juga sama Rp300 juta," kata Bowo saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Menurut dia, penerimaan fulus pertama terkait pengembangan pasar di Minahasa Selatan pada 2017. Bowo mengaku uang rasuah diberikan Tetty melalui politikus Partai Golkar Dipa Malik.

    Tetty meminta Bowo agar Minahasa Selatan memperoleh program revitalisasi itu. Bowo sebagai anggota Komisi VI punya hak untuk merekomendasikan pasar mana saja yang masuk dalam program revitalisasi itu.

    "(Dipa) cuma dibilang ini titipan dari Bu Tetty. Berupa amplop agak besar berwarna cokelat," kata Bowo.

    Penerimaan kedua berkaitan dengan posisi Tetty sebagai ketua DPD Golkar Sulut. Tetty, jelas dia, merasa posisinya terancam karena ada pergantian posisi ketua umum Partai Golkar saat itu, dari Setya Novanto ke Airlangga Hartarto.

    "Dia minta komunikasikan juga ke teman-teman DPP. Kemudian saya ikut membantu Bu Tetty agar dia tetap diproyeksikan jadi ketua DPD Golkar itu," ujar Bowo.

    Masalah fulus ini membuat Tetty Paruntu batal menjadi menteri Presiden Joko Widodo. Dia sejatinya sempat dipanggil ke Istana pada Senin, 21 Oktober 2019. Namun, dia tak masuk dalam jajaran menteri yang dilantik hari ini.

    Sementara itu, Bowo didakwa menerima gratifikasi SGD700 ribu dan Rp600 juta. Penerimaan uang terkait kewenangan Bowo sebagai wakil ketua Komisi VI dan Badan Anggaran (Banggar) DPR.

    Atas perbuatannya, Bowo didakwa melanggar Pasal 12 B ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 65 KUHP.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id