comscore

Sidang 26 Aktivis Buruh Dinilai Cacat Hukum

Nur Azizah - 21 Maret 2016 23:35 WIB
Sidang 26 Aktivis Buruh Dinilai Cacat Hukum
Pengacara Publik dari Tim Advokasi Buruh dan Rakyat (Tabur) Maruli di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (21/3/2016). Foto: MTVN/ Nur Azizah.
medcom.id, Jakarta: Sidang perdana terhadap 23 buruh, satu mahasiswa, dan dua pengacara publik di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ditunda. Penundaan itu lantaran surat panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dinilai cacat hukum.

Pengacara Publik dari Tim Advokasi Buruh dan Rakyat (Tabur) Maruli mengatakan, surat panggilan, JPU tidak mencantumkan perkara yang didakwakan pada ke 26 aktivis buruh. Menurutnya, hal itu adalah kesalahan fatal.
"Ada pelanggaran serius. Surat penggilan JPU tidak sesuai dengan hukum pidana. Tidak disebutkan apa hukum pidana dan tidak ada temuan perkara apa yang dilakukan para terdakwa," kata Maruli di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (21/3/2016).

Maruli menambahkan, JPU juga tidak memberikan tembusan ke Kejaksaan Agung. Maka dari itu, mereka menolak mengikuti persidangan. 

Ia pun meminta agar proses persidangan dihentikan karena ke 26 aktivis buruh tidak melakukan kesalahan. Maruli menilai, para penegak hukum telah mengabdi pada kelompok tertentu bukan pada kebebasan berpendapat rakyat.

"Ini adalah kemunduran demokrasi. Baru kali ini setelah reformasi pengacara dipidanakan. Bagaimana bisa pengacara yang membantu menyuarakan aspirasi dan demokrasi lalu dikriminalisasi," keluh Maruli.

Pengacara LBH Jakarta Tigor Hutapea dan Obed Sakti dipidanakan setelah melakukan pendampingan bagi buruh yang sedang menggelar aksi menolak PP Pengupahan. 

Dalam aksi kala itu, Tigor dan Obed bertugas untuk mendokumentasi­kan dan mengidentifikasi massa aksi yang ditangkap. Meski sudah menunjukkan identitasnya sebagai pemberi bantuan hukum, keduanya malah ditangkap, diduga dipukuli, dan diseret-seret oleh aparat kepolisian. 

Mereka ditetapkan sebagai saksi lalu kemudian tersangka dan dijerat Pasal 216 dan 218 KUHP dengan tuduhan melawan petugas.
 

(DEN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id