Status ASN Pegawai KPK Dianggap Akhiri Dugaan Konflik Kepentingan

    Juven Martua Sitompul - 03 Juni 2021 12:30 WIB
    Status ASN Pegawai KPK Dianggap Akhiri Dugaan Konflik Kepentingan
    Ilustrasi penyidik KPK/Istimewa.



    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melantik 1.271 pegawai yang lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) menjadi aparatur sipil negara (ASN). Peralihan status menjadi ASN dianggap mengakhiri dugaan konflik kepentingan atau conflict of interest di internal KPK.

    "Pegawai KPK menjadi ASN itu pilihan kontekstual untuk mengakhiri banyak kontroversi dan pergunjingan selama ini, tentang conflict of interest yang diduga terjadi pada sebagian oknum pegawai," ujar pengamat politik Boni Hargens saat dihubungi wartawan, Kamis, 3 Juni 2021.

     



    Boni mengatakan KPK yang notabene lembaga publik juga membutuhkan mekanisme kerja yang transparan dan akuntabel. Menurut dia, hal itu dapat tercapai jika pegawai KPK menjadi ASN.

    Baca: Raja OTT Dibebastugaskan, Lili Pintauli: KPK Tidak Berhenti Bekerja

    "Sebagai lembaga publik, KPK membutuhkan mekanisme kerja yang transparan dan akuntabel, sebagaimana diatur dalam UU tentang ASN," ucap dia.

    Boni menyebut peralihan status pegawai KPK menjadi ASN itu juga bakal menjawab keraguan publik soal independensi institusi. Terutama, terkait ideologi politik tertentu yang selama ini diduga bersarang di KPK.

    "Dengan menjadi ASN, KPK dapat bekerja lebih terbuka dan terawasi dengan baik. Tidak ada lagi keraguan tentang adanya misi parsial yang berkaitan ideologi politik tertentu," kata Boni.

    Boni berharap para pegawai KPK yang kini telah menjadi ASN tersebut mampu bekerja secara objektif dan transparan. Ketua KPK Firli Bahuri resmi melantik 1.271 pegawai yang lolos TWK menjadi ASN pada Selasa, 1 Juni 2021.

    Sebanyak 75 pegawai dari 1.349 pegawai KPK yang mengikuti TWK tersebut dinyatakan tidak lolos. Selanjutnya, dari 75 pegawai yang tak lolos itu, 51 di antaranya diberhentikan karena mendapat penilaian merah dan 24 pegawai akan dibina kembali.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id