Tudingan Soal TWK Disebut Tak Masuk Akal

    Wandi Yusuf - 07 Juni 2021 22:35 WIB
    Tudingan Soal TWK Disebut Tak Masuk Akal
    Ilustrasi/Medcom.id/Candra



    Jakarta: Tuduhan yang menyebut tujuan tes wawasan kebangsaan (TWK) pengawai KPK untuk menyelamatkan Harun Masiku dinilai tak masuk akal. Sebab, TWK merupakan perintah Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

    "Itu tudingan ngawur. Tidak masuk akal hanya untuk mengamankan Harun Masiku sebuah sistem dilahirkan. Itu tuduhan orang-orang sakit jiwa," kata pakar hukum Petrus Selestinus kepada wartawan, Senin, 7 Juni 2021.

     



    Menurut Petrus, masyarakat harus menyadari bahwa menjadi aparatur sipil negara (ASN) harus berprinsip pada nilai dasar, kode etik, kode perilaku, integritas moral, taat pada UUD 1945 dan pemerintahan yang sah. ASN harus setia pada Pancasila dan bertakwa kepada Tuhan. 

    Baca: Manuver Novel Baswedan Cs Dinilai Politis

    "Jadi, jika ada yang setuju Pancasila diganti, itu sama dengan seideologi dengan HTI atau PKI sebagai ormas dan partai terlarang. Ini kesalahan besar calon pegawai KPK memahami nilai dasar yang dituntut dalam UU ASN," ujar Petrus.

    Dia pun menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak perlu turun tangan sepanjang pelaksanaan alih tugas pegawai KPK menjadi ASN itu tidak melanggar hukum. "Karena jalannya alih ASN KPK sesuai prosedur," kata dia.

    Setelah KPK bersih dari orang-orang yang menyimpang, dia menilai lembaga antikorupsi itu harus tampil digdaya. Dia meminta kasus-kasus yang mangkrak di KPK dibuka kembali.

    "Dan benahi praktik tebang pilih selama ini terjadi," katanya.

    Petrus mengatakan sistem di KPK akan tetap berjalan meski ada beberapa orang tidak lulus TWK. Ketua KPK Firli Bahuri pun memastikan bahwa penanganan perkara, terutama perkara besar terus berjalan, walaupun ada pegawai yang dibebastugaskan karena tidak lulus TWK.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id