Waspada! Pasar Jadi Sasaran Peredaran Uang Palsu

    Siti Yona Hukmana - 25 September 2021 04:08 WIB
    Waspada! Pasar Jadi Sasaran Peredaran Uang Palsu
    Pengungkapan kasus peredaran uang palsu. Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri membongkar empat kasus peredaran uang palsu di beberapa wilayah. Penukaran uang palsu kerap dilakukan di pasar tradisional.

    "Beberapa modus operandi yang bisa diketemukan di lapangan antara lain, biasanya pelaku menukarkan uangnya pada pasar-pasar tradisional maupun gerai belanja," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat dikonfirmasi, Jumat, 24 September 2021.

     



    Rusdi mengatakan pelaku memanfaatkan pasar tradisional karena tidak memiliki alat pendeteksi uang. Pengetahuan pedagang di pasar rakyat terkait uang asli dan palsu juga sangat rendah.

    Rusdi mengatakan tindak pidana ini menjadi tantangan khusus bagi Polri. Dia mengingatkan masih ada kejahatan di tengah masyarakat walau diterpa pandemi covid-19.

    "Dampak daripada tindakan ini tentunya sangat merugikan, terutama bagi masyarakat yang mendapat uang palsu akan rugi secara ekonomi," ungkap jenderal bintang satu itu.

    Peredaran uang palsu juga menimbulkan kerugian pada mata uang rupiah. Peredaran uang palsu dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap mata uang rupiah, khususnya mata uang di Tanah Air.

    "Ini perlu kita cermati bersama dan tentunya Bareskrim Polri terus bekerja bersama-sama dengan instansi terkait lainnya," ungkap Rusdi.

    Dittipideksus membongkar empat kasus peredaran uang palsu (upal) dengan jaringan berbeda dari Agustus-September 2021. Sebanyak 20 pelaku yang berperan sebagai pengedar dan pembuat upal ditangkap.

    Puluhan pelaku itu merupakan jaringan Jakarta-Bogor, Jawa Barat, Tangerang, Sukoharjo dan Demak, Jawa Tengah. Mereka ditangkap beberapa waktu lalu.

    Polisi juga menggeledah dua lokasi pembuatan upal di Sukoharjo dan Demak. Pembuatan upal marak terjadi di Jawa Tengah. Sedangkan, peredaran ke Jawa Barat serta Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

    Polisi menyita barang bukti uang palsu rupiah pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu sebanyak 138 lak (100 lembar) serta uang dolar Amerika Serikat. Kemudian, printer, handphone, dan lainnya.

    Pelaku telah ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri. Ke-20 tersangka dijerat Pasal 36 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Sedangkan, untuk pengedar uang palsu mata uang asing dijerat Pasal 245 KUHP. Masing-masing pasal hukumannya 15 tahun penjara.

    Baca: Pembuatan Uang Palsu Disebut Marak di Jawa Tengah
     

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id