comscore

Terus Berkelit, Hakim Ultimatum Saksi Aliza Gunado di Sidang Kasus Azis Syamsuddin

Fachri Audhia Hafiez - 30 Desember 2021 16:13 WIB
Terus Berkelit, Hakim Ultimatum Saksi Aliza Gunado di Sidang Kasus Azis Syamsuddin
Sidang pemeriksaan saksi Aliza Gunado dalam perkara kasus korupsi yang menjerat mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Muhammad Damis, mengultimatum saksi Aliza Gunado dalam persidangan kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Aliza diduga memiliki kedekatan dengan Azis.

"Saya ingatkan ke saudara jangan sampai saudara tidak pulang, bukan persoalan yang lain yang semula disangkakan ke saudara, tapi persoalan pada hari ini," tegas Damis saat persidangan di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Desember 2021.
Ultimatum itu diutarakan Damis lantaran Aliza kerap menjawab tidak tahu ketika ditanya hakim maupun jaksa penuntut umum (JPU). Aliza mengaku tidak kenal Direktur CV Tetayan Konsultan Darius Hartawan dan Kadis Bina Marga Lampung Tengah, Taufik Rahman.

"Darius jelas-jelas ngomong, keterangan Darius saya catat pada waktu Darius memberikan keterangan (di persidangan). Saudara jangan main-main memberikan keterangan dalam persidangan ini," kata Damis.

Baca: Eks Bupati Lamteng dan Mantan Walkot Tanjungbalai Jadi Saksi Sidang Azis Syamsuddin

Damis mengatakan majelis bisa memerintahkan JPU untuk memproses Aliza jika menyampaikan keterangan tidak benar. Dua keterangan saksi yang mengakui keterkaitan Aliza dalam perkara Azis dinilai sudah cukup.

Damis mengingatkan terdapat ancaman bagi saksi jika memberikan keterangan bohong. Aliza diingatkan agar tak membohongi seluruh perangkat sidang.

"Kalau saudara terus dan terus memberikan keterangan yang tidak benar, saudara mencelakakan diri saudara sendiri," ujar Damis.

Aliza mengatakan tetap pada keterangannya. Majelis meminta Aliza dikonfrontir dengan Darius dan Taufik.

"Kalau semuanya (saksi) mengatakan kenal dengan saudara, tapi saudara mengatakan tidak kenal, berarti saudara yang berbohong," ucap Damis.

Aliza disebut dalam dakwaan Azis dan mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju. Aliza diduga ikut terlibat dalam pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Lampung Tengah 2017.

Azis didakwa menyuap Stepanus Robin Pattuju sebesar Rp3,09 miliar dan USD36 ribu. Azis memberikan uang itu agar Robin membantu pengurusan perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan DAK Lampung Tengah Tahun Anggaran 2017.

KPK menyiapkan dua dakwaan ke Azis. Pada dakwaan pertama, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pada dakwaan kedua, Azis disangkakan melanggar Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id