comscore

Pelabelan Teroris terhadap KKB Papua Dinilai Meningkatkan Konflik

Yakub Pryatama Wijayaatmaja - 17 Mei 2022 10:39 WIB
Pelabelan Teroris terhadap KKB Papua Dinilai Meningkatkan Konflik
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Pengamat terorisme Ali A. Wibisono menilai kebijakan soal penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua harus diperbaiki. Khususnya, terkait pelabelan KKB sebagai teroris.

"Sepertinya kebijakan melabel KKB sebagai teroris ini tidak membantu sama sekali, justru mengeskalasi konflik, membuat KKB semakin nekat, dan menambah korban warga sipil tak berdosa," ujar Ali kepada Media Indonesia, Selasa, 17 Mei 2022.
Menurut dia, terdapat masalah pada prosedur pelabelan teroris. Prosedur yang dijalani terkait pelabelan teroris dinilai ekstra yudisial. 

Seharusnya, kata dia, pelabelan suatu organisasi atau individu sebagai teroris mengacu kepada Undang-Undang (UU) Nomor 9 Tahun 2013 tentang Anti Pendanaan Terorisme. Kemudian, mengacu Peraturan Bersama Ketua Mahkamah Agung, Kapolri, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) tahun 2015 Tentang Pencantuman Identitas Orang dan Korporasi Dalam Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris.

"Karena prosedurnya ekstra yudisial, pendanaan terorisme tidak tertangani dan aktor-aktor yang ditindak sebagai teroris tidak pernah jelas," ungkap dia.

Baca: Polri Mesti 'Pepet' Polisi Amerika Buru Saifuddin Ibrahim

Ia mengatakan prosedur yang ekstra yudisial ini mengakibatkan prosedur hukum tidak dijalankan. Mereka yang tertangkap tidak pernah diadili dan jaringannya tidak tertangani.

"Mantan residivis apa lagi," ucap dia.

Ali menuturkan pelabelan KKB sebagai terorisme hanya berimbas pada bertambahnya jumlah pasukan TNI di Papua. Pelibatan TNI menjustifikasi operasi militer selain perang. Padahal, menurut dia, kontraterorisme seharusnya dikoordinasikan BNPT.

KKB di Papua membakar perumahan guru di Kampung Wako, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. Kejadian penyerangan terhadap warga sipil itu terjadi pada pukul 19.00 WIT, Jumat 13 Mei 2022. Beruntung tak ada korban jiwa.

KKB juga melakukan penembakan pada Nober Palintin, 31, pada Rabu, 11 Mei 2022. Nober merupakan sopir truk yang sedang mengambil pasir di Kali Ilame, Kampung Wako, Distrik Gome. Nober ditemukan tak bernyawa di Ilaga.

Korban diduga hanyut setelah ditembak saat melarikan diri ke arah sungai. Jasadnya ditemukan masyarakat di Kali Wilipur, Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Kamis, 12 Mei 2022.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id