Mahfud: Pandemi Covid-19 Tak Kurangi Ancaman Radikalisme dan Terorisme

    Cahya Mulyana - 01 Desember 2020 20:21 WIB
    Mahfud: Pandemi Covid-19 Tak Kurangi Ancaman Radikalisme dan Terorisme
    Menko Polhukam Mahfud MD. Foto: Medcom.id/Theofilius
    Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pandemi virus korona (covid-19) tidak menghentikan ancaman radikalisme dan terorisme. Hal itu terjadi di beberapa negara, termasuk Indonesia.

    “Kita semua sepakat situasi pandemi covid-19 yang sedang kita alami ini tidak mengurangi ancaman radikalisme, dan terorisme. Di beberapa negara, ancaman tersebut justru makin kentara,” ujar Mahfud pada pertemuan The 3rd Sub-Regional Meeting on Counter Terrorism and Transnational Security (SRM on CTTS ke-3) yang berlangsung secara daring di Jakarta, Selasa, 1 Desember 2020.

    SRM merupakan pertemuan tingkat menteri koordinator negara-negara sub-regional yang diselenggarakan sejak tahun 2017 dengan Indonesia dan Australia sebagai co-chairs. Pertemuan SRM membahas isu-isu keamanan regional, termasuk penanggulangan ancaman terorisme di Kawasan penanganan Foreign Terrorist Fighters (FTFs) serta upaya penanggunlangan ekstrimisme berbasis kekerasan.

    Pertemuan ini membahas pengaruh pandemi covid-19 terhadap upaya penanggulangan terorisme dan keamanan sub-regional (transnational security) dan kesiapan dan upaya bagi kegiatan penanganan FTFs pada tingkatan sub-regional.

    Mahfud mengusulkan Jakarta Working Group diperkuat dengan membentuk Senior Officials Counter-Terrorism Policy Forum. Forum ini nantinya diketuai seorang pejabat setingkat eselon I.

    "Adanya kesamaan pandangan tentang isu FTFs dan perlunya persiapan dalam menghadapi kembalinya para FTFs dan keluarganya. Kemudian perlu adanya pertukaran informasi di antara negara-negara SRM, baik dalam jumlah FTFs, pergerakan FTFs, dan kebijakan penanganan FTFs, mendasasi kesamaan pembahasan kepentingan pada forum ini," paparnya.

    Baca: Polisi Temui Tokoh Agama Antisipasi Provokasi Pascateror di Sigi

    Dia mengatakan pertemuan SRM menghasilkan pernyataan bersama yang memuat antara lain, pembentukan sub-regional Senior Official Counter Terrorism Policy Forum untuk dapat bekerja sama, dan saling bertukar best practices dalam penanggulangan terorisme. “Disetujuinya pembentukan Senior Officials Counter-Terrorism Policy Forum dalam SRM untuk memudahkan pencapaian yang dibahas dalam agenda ini,” kata Mahfud.

    Perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Kementerian Hukum dan HAM, Badan Intelijen Negara, BSSN, Kementerian Luar Negeri, dan Densus 88 hadir dalam acara ini. Menteri Dalam Negeri Australia, Peter Dutton, Menteri Pertahanan Brunei Darussalam, Menteri Kehakiman Selandia Baru, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kehakiman Singapura, perwakilan dari Filipina, Malaysia, Myanmar, dan Thailand juga hadir secara virtual.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id