Tuding Natalius Pigai Hina Suku Jawa, Tagar Tangkap Abu Janda Tetap Bergema

    Adri Prima - 28 Januari 2021 15:54 WIB
    Tuding Natalius Pigai Hina Suku Jawa, Tagar Tangkap Abu Janda Tetap Bergema
    Permadi Arya (Dok Twitter)



    Jakarta: Abu Janda alias Permadi Arya dilaporkan ke polisi karena dianggap telah menghina mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. 

    Sama halnya dengan yang dilakukan politisi Hanura, Ambroncius Nababan yang menyandingkan foto Pigai dengan gorila. Abu Janda juga sempat melontarkan cuitan yang mengandung ujaran kebencian terhadap Pigai. "Kau @NataliusPigai2 apa kapasitas kau? sudah selesai evolusi belom kau?” tulis Permadi. 






    Baru-baru ini, Abu Janda pun berencana untuk melaporkan Natalius Pigai karena ia menganggap Pigai juga telah menghina suku Jawa. Abu Janda membagikan potongan video tentang pernyataan Natalius Pigai yang dianggap menyinggung. 

    "Maen isu Rasisme, yang dibelain @NataliusPigai2 rasis menghasut permusuhan SARA: "kalo presiden wapres dari pulau jawa, maka suku di luar jawa = BABU" istilah anti kemanusiaan. Pigai juga RASIS KEJI ke etnis jawa, cek video," komentar Abu Janda terkait potongan video itu.

    "Sekarang presiden satu daerah, satu pulau (Jawa). Wakil presiden satu pulau. Terus sekarang yang berasal dari luar pulau, apa babu gitu? Sampai kapan mau jadi babu," demikian ucapan Pigai yang akan dijadikan delik oleh Abu Janda alis Permadi Arya.

    Meski demikian, warganet tetap lebih menggaungkan agar kepolisian segera menangkap Abu Janda. Tagar #TangkapAbuJanda masih menjadi trending di Twitter. Hal ini dikarenakan kekesalan masyarakat terhadap Abu Janda yang lebih sering melecehkan Islam dan umat muslim lewat konten-kontennya di media sosial. 

    Paling anyar, Abu Janda menyebutkan kalau Islam merupakan agama pendatang yang arogan.

    "Islam memang agama pendatang dari Arab, agama asli Indonesia itu sunda wiwitan, kaharingan dan lain-lain. dan memang arogan, mengharamkan tradisi asli, ritual orang dibubarkan, pake kebaya murtad, wayang kulit diharamkan. kalau tidak mau disebut arogan, jangan injak-injak kearifan lokal," cuitnya lewat akun @permadiaktivis1.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id