Kapolda Bentuk Tim Usut Kasus Mafia Tanah Ibunda Dino Patti Djalal

    Siti Yona Hukmana - 16 Februari 2021 20:36 WIB
    Kapolda Bentuk Tim Usut Kasus Mafia Tanah Ibunda Dino Patti Djalal
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran membentuk tim mengusut kasus mafia tanah ibunda mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal, Zurni Hasyim Djalal. Ada tiga sertifikat tanah yang diduga digasak sindikat mafia tanah. 

    "Kapolda Metro Jaya sudah membentuk tim, yang pertama dari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum. Kemudian juga melibatkan tim satgas mafia tanah pusat dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) pusat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 16 Februari 2021.






    Menurut dia, kasus yang menimpa orang tuga juru bicara presiden era Susilo Bambang Yudhoyono itu menjadi perhatian khusus Irjen Fadil. Kapolda memerintahkan tim segera bergerak mengusut kasus tersebut.

    Baca: Pelaku Kasus Mafia Tanah Ibu Dino Patti Djalal Kembali Ditangkap

    "Kami mohon kesabaran teman-teman media semua untuk bisa mengungkap kasus ini," ujar Yusri. 

    Yusri memerinci tiga sertifikat tanah ibunda Dino yang diduga telah dikuasai sindikat mafia tanah. Pertama, laporan polisi yang terdaftar pada April 2020 terkait rumah yang berada di Jalan Paradiso, Antasari, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. 

    "Untuk laporan polisi pertama sudah terang benderang. Pelakunya telah kita amankan semua," ungkap Yusri. 

    Yusri menyebut ada lima tersangka dalam laporan pertama itu. Namun, dia belum mau membeberkan identitas kelima pelaku sindikat mafia tanah tersebut. 

    Laporan kedua terdaftar pada November 2020. Laporan ini terkait rumah di Kemang, Jakarta Selatan. 

    "Mudah-mudahan yang kedua ini sama (cepat tertangkap pelakunya)," kata Yusri

    Laporan ketiga terdaftar pada 22 Januari 2021. Laporan ini terkait rumah yang berada di Cilacap, Jawa Tengah. Yusri mengatakan laporan ketiga ini masih dalam tahap klarifikasi atau pemeriksaan sejumlah saksi. Setelah rampung, penyidik akan menggelar perkara. 

    "Nantinya akan kita gelarkan untuk naik dari penyelidikan ke tingkat penyidikan," ungkap Yusri. 

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id