Eks Kadis PUPR Lampung Selatan Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi

    Kautsar Widya Prabowo - 24 September 2020 19:08 WIB
    Eks Kadis PUPR Lampung Selatan Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi
    Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lampung Selatan, Hermansyah Hamidi, (HH) sebagai tersangka. Ia diduga menerima hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah Lampung Selatan Tahun 2016 dan 2017.

    "KPK meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan dengan menetapkan HH selaku Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2016–2017, sebagai tersangka," ujar Deputi Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 24 September 2020.

    Penetapan tersangka Hermansyah merupakan pengembangan kasus korupsi yang melibatkan terpidana Bupati Lampung Selatan periode 2016-2021, Zainudin Hasan. Penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup terkait keterlibatan pihak lain dalam dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

    (Baca: KPK Eksekusi Zainudin Hasan)

    Karyoto mengungkapkan Hermansyah mendapat perintah dari Zainudin mengumpulkan pungutan proyek Dinas PUPR Lampung Selatan sebesar 21 persen dari anggaran proyek. Selanjutnya, Hermansyah memerintahkan mantan Kabid Pengairan Dinas PUPR Lampung Selatan, Syahroni, untuk mengumpulkan setoran.

    "Tersangka HH meminta kepada Syahroni untuk mengumpulkan setoran yang kemudian nanti diserahkan kepada Agus Bhakti Nugroho yang merupakan staf ahli Bupati Lampung Selatan sekaligus sebagai anggota DPRD Provinsi Lampung Selatan," beber dia.

    Kemudian, Syahroni menghubungi para rekanan dari Dinas PUPR Lampung Selatan untuk meminta setoran dan mem-ploting para rekanan sesuai besaran paket pengadaan di Dinas PUPR Lampung Selatan. Selain itu juga dibentuk tim untuk pengunggahan penawaran kepada para rekanan itu.

    "Setoran kepada Zainudin Hasan yang diberikan melalui Agus dengan jumlah seluruhnya Rp72.742.792.145,00," beber dia.
     

    Halaman Selanjutnya
    Uang itu kemudian dibagi untuk…
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id