• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Kejagung Terima Dua SPDP Bahar bin Smith

Dian Ihsan Siregar - 07 Desember 2018 22:57 wib
Jaksa Agung HM Prasetyo. Medcom.id/ Fachri Audhia Hafiez
Jaksa Agung HM Prasetyo. Medcom.id/ Fachri Audhia Hafiez

Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menerima dua Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya terkait ujaran kebencian yang dilakukan Bahar bin Smith kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Jaksa Agung HM Prasetyo, SPDP kasus Bahar bin Smith dari Bareskrim Mabes Polri telah diterima oleh Jaksa Agung Muda bidang Pidana Umum (JAMPidum) Kejagung pada Kamis, 6 Desember 2018. Sedangkan SPDP dari Polda Metro Jaya telah diterima Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

"Jadi ada dua SPDP di sini (Kejaksaan) ya terkait kasus itu. SPDP-nya dari Bareskrim Mabes Polri dan Polda Metro Jaya," ungkap HM Prasetyo di area perkantoran Kejagung, Jakarta, Jumat, 7 Desember 2018.

Untuk teknis perlimpahan perkara dari Kejaksaan ke pengadilan, kata dia, akan diserahkan kepada JAMPidum Kejagung dan Aspidum Kejati DKI Jakarta.

JAMPidum Kejagung, Noor Rochmad menambahkan Kejagung dalam waktu dekat akan menerbitkan surat penunjukan beberapa jaksa peneliti. Para jaksa tersebut nantinya bertugas mengikuti perkembangan perkara Bahar bin Smith di Bareskrim Polri.

"Jaksa penelitinya belum, SPDP juga baru kami terima. Dalam waktu dekat, insya Allah sudah ada jaksa peneliti dalam kasus Bahar bin Smith," jelas dia.

Bahar bin Smith ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara penghinaan kepada Presiden Joko Widodo. Status tersangka itu ditetapkan usai pendiri Majelis Pembela Rasulullah itu diperiksa sejak Kamis, 6 Desember 2018 pagi.

"Hasilnya beliau ditetapkan tersangka," ujar Kuasa hukum Bahar bin Smith, Aziz Yanuar.

Meski telah menyandang status baru, menurut Aziz, kliennya belum ditahan. Pihaknya pun masih akan berdiskusi ihwal penetapan status tersangka Bahar bin Smith. 

Aziz juga belum tahu apakah Bahar bin Smith bakal menempuh langkah praperadilan. Hal tersebut masih akan didiskusikan terlebih dahulu. "Belum didiskusikan," jelas Aziz.


(SCI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.