KPK Prihatin Suap DPRD Kalteng Pakai Kode Alquran

Fachri Audhia Hafiez - 12 Januari 2019 09:40 wib
Juru bicara KPK Febri Diansyah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Juru bicara KPK Febri Diansyah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyayangkan penggunaan kode Alquran dalam kasus suap yang menjerat Direktur PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) Edy Saputra Suradja. Edy menggunakan istilah Alquran untuk mengirim duit pada anggota DPRD Kalimantan Tengah. 

"Memang sangat memprihatinkan dan mengecewakan ketika yang digunakan justru sandi-sandi atau kode cukup dekat bagi agama tertentu," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat malam, 11 Januari 2019.

Febri mengatakan, penggunaan sandi sengaja dilakukan oleh pihak yang melakukan korupsi tanpa memikirkan aspek lain. Ini juga dilakukan demi keuntungan pribadi serta mengelabui penegak hukum.

"Pihak yang diduga melakukan korupsi tidak berpikir aspek lain untuk menghormati yang lain, justru menggunakan berbagai bahasa meski bahasa itu dekat dengan agama Islam dalam konteks saat ini," ucap Febri.

KPK terus mencermati perkara yang menjerat legislator DRPD Kalimantan  Tengah itu. Suap tersebut akan diselisik apakah dilakukan secara perorangan di perusahaan tertentu atau di penyelenggara negara.

(Baca juga: Suap Anggota DPRD Kalteng Pakai Kode Alquran)

"Termasuk kami akan melihat mencermati juga ada atau tidak peran korporasi dalam kasus ini," terang Febri.

Edy Saputra Suradja didakwa memberikan suap sejumlah Rp240 juta untuk 12 anggota DPRD Kalimantan Tengah. Suap itu terkait dugaan pembuangan limbah di Danau Sembuluh.

Anggota DPRD Kalteng yang menerima suap yaitu Ketua Komisi B DPRD Kalteng Borak Milton, Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng Punding LH Bangkan, Komisi B DPRD Kalteng‎ Arisavanah dan Edy Rosada, dan Arisavanah. Mereka merupakan anggota DPRD 2014-2019.

Dalam kasus ini, DPRD Kalteng tidak melakukan rapat dengar pendapat (RDP) terkait dugaan pencemaran limbah sawit di Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. JPU menyebut tindakan ini telah bertentangan dengan kewajiban Borak dan anggota DPRD lainnya.

Atas perbuatannya, Edy didakwa melanggar Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 21 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1.
 


(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.