328 Bidang Tanah Tersangka Benny Tjokro Disita

    Siti Yona Hukmana - 07 April 2021 21:19 WIB
    328 Bidang Tanah Tersangka Benny Tjokro Disita
    Kaspupenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak. Dok. Kejagung



    Jakarta: Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menyita aset tersangka Benny Tjokrosaputro dalam kasus dugaan korupsi pada PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Aset yang disita berupa 328 bidang tanah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

    "Sebanyak 328 bidang tanah dan atau bangunan di atasnya dengan status sertifikat hak guna bangunan (HGB) yang luas seluruhnya kurang lebih 193 hektare," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simajuntak dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 April 2021.






    Menurut Leonard, penyitaan dilakukan untuk mengamankan barang bukti dalam perkara tindak pidana korupsi. Kemudian, untuk mengembalikan kerugian keuangan negara yang ditaksir mencapai Rp23,7 triliun.

    Baca: Kasus ASABRI, Kejagung Sita Mobil Lexus Dirut Inti Kapuas Arwana Internasional

    "Penyitaan bidang tanah dan atau bangunan di atasnya tersebut telah mendapatkan izin ketua Pengadilan Negeri Cibinong dengan Surat Penetapan Nomor: 10/Pen.Pid/2021/PN.Cbi. tanggal 06 April 2021," ungkap Leonard. 

    Aset Benny itu selanjutnya akan ditaksir Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Penaksiran untuk menghitung nilai sebagai penyelamatan kerugian negara. 

    Kejagung menetapkan sembilan tersangka dalam kasus ini. Dua orang terpidana kasus korupsi Jiwasraya, yakni Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat.

    Lalu, tujuh lainnya ialah Direktur Utama (Dirut) ASABRI periode 2011-Maret 2016, Adam Rachmat Damiri; Dirut ASABRI periode Maret 2016-Juli 2020, Sonny Widjaja; Dirut Keuangan ASABRI periode Oktober 2008-Juni 2014, Bachtiar Effendi; Dirut ASABRI periode 2013-2014 dan 2015-2019, Hari Setiono; Kepala Divisi Investasi ASABRI periode Juli 2012-Januari 2017, Ilham W Siregar; Dirut PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi; dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relationship Jimmy Sutopo.

    Para tersangka dijerat Primer Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

    Subsider Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id