Polisi Layangkan Panggilan Kedua Jika Rizieq Tak Hadir Besok

    Siti Yona Hukmana - 30 November 2020 18:06 WIB
    Polisi Layangkan Panggilan Kedua Jika Rizieq Tak Hadir Besok
    Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Polda Metro Jaya memanggil Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab untuk menjalani pemeriksaan kasus pelanggaran protokol kesehatan dalam acara akad nikah anaknya. Polisi tak mempermasalahkan jika Rizieq tak hadir pada panggilan pertama, Selasa, 1 Desember 2020.

    "Kan baru (pertama), jika panggilan pertama enggak hadir ya panggilan ke dua," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 30 November 2020.

    Awi mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi adanya pengerahan massa bila Rizieq memenuhi panggilan penyidik Polda Metro. Pasalnya, tak tertutup kemungkinan massa FPI akan ikut mengawal pemeriksaan Rizieq di Polda Metro. Namun, dia belum dapat memastikan jumlah personel yang dikerahkan untuk mengamankan massa yang akan ikut mengawal Rizieq.

    "Yang jelas, negara tidak boleh kalah dengan premanisme itu saja jawaban saya, bagaimana nanti kita lihat perkembangannya, nanti akan disiapkan intelijen, pengamanannya, karo operasinya," ungkap Awi.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengimbau massa FPI tidak ikut berbondong-bondong mengantar Rizieq. Hal itu bisa menimbulkan kerumunan.

    "Ya kita kan mengimbau saja, ngapain, kan taat hukum. Datang ke sini yang baik-baik saja, enggak usah bawa simpatisan," kata Yusri.

    Baca: Polda Metro Periksa Rizieq Shihab Besok

    Akad nikah anak Rizieq dan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 14 November 2020 ramai didatangi pengikut Rizieq. Banyak jemaah yang berkerumun, tidak menjaga jarak, dan meningkatkan potensi penyebaran covid-19.
     
    Sejumlah peserta juga kedapatan tidak menggunakan masker. Banyak pula peserta acara menggunakan masker tak sesuai ketentuan, seperti digunakan di bawah dagu.

    Akibatnya, terjadi klaster baru penyebaran covid-19 di lokasi tersebut. Setidaknya ada 30 orang positif covid-19 di Petamburan, Jakarta Pusat.

    Polisi menyatakan ada unsur pidana dalam pelanggaran protokol kesehatan tersebut. Kini polisi tengah mencari tersangka yang bisa dikenakan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman kurungan satu tahun atau denda Rp100 juta.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id