Regulasi Lemah, Pelaku Bebas Menikmati Hasil Kejahatan Meski Telah Dihukum

    Anggi Tondi Martaon - 29 April 2021 16:33 WIB
    Regulasi Lemah, Pelaku Bebas Menikmati Hasil Kejahatan Meski Telah Dihukum
    Ilustrasi uang. Medcom.id



    Jakarta: Regulasi perampasan aset tindak pidana disebut masih lemah. Akibatnya, pelaku tidak jera.

    "Karena pelaku masih bisa menikmati uang hasil kejahatan setelah menjalani hukuman badan," kata Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Dian Ediana Rae, dalam diskusi 'RUU Perampasan Aset Tindak Pidana Pantaskah Masuk Prioritas', Kamis, 29 April 2021.






    Dian menyebut upaya pemulihan aset hasil tindak pidana belum optimal. Apalagi upaya perampasan aset dari hasil tindak pidana yang sulit dibuktikan.

    "Termasuk tindak pidana yang dimiliki atau berada di luar penguasaan tersangka yang melarikan diri atau meninggal dunia," beber dia.

    (Baca: Penyitaan Aset Hasil Kejahatan Lebih Mudah dengan RUU Perampasan Aset)

    Padahal, nilai aset dari tindak pidana cukup besar. PPATK mencatat hasil kejahatan pidana asal kurun waktu 2016-2018 mencapai Rp10,3 triliun.

    "Dari jumlah tersebut, Rp8,4 triliun berasal dari (kejahatan) narkotika, korupsi, dan perbankan," papar dia.

    Dian mengatakan berbagai permasalahan penyitaan aset tindak pidana bisa diselesaikan dengan pengesahan RUU Perampasan Aset Tindak Pidana. Sehingga, upaya pemulihan kerugian negara bisa dilakukan dengan maksimal.

    "RUU ini sudah disusun oleh PPATK sejak 2003 dengan mengadopsi ketentuan The United Nations Conventions Againts Corruption," ujar dia.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id