Top 3 Nasional: Judi Perberat Terdakwa Jiwasraya Hingga Pelimpahan Kasus WanaArtha

    Yogi Bayu Aji - 27 Oktober 2020 07:50 WIB
    Top 3 Nasional: Judi Perberat Terdakwa Jiwasraya Hingga Pelimpahan Kasus WanaArtha
    PT Asuransi Jiwasaraya (Persero). Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Berita hukum menjadi yang paling menarik perhatian pembaca kanal Nasional Medcom.id sepanjang Senin, 26 Oktober 2020. Salah satu yang disorot yakni soal judi Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat.

    Judi menggunakan uang hasil korupsi ini memperberat hukuman terdakwa kasus PT Asuransi Jiwasraya (AJS) itu. Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memvonis Heru dengan hukuman seumur hidup. 

    Berita populer selanjutnya yakni soal kritik penasihat hukum Heru, Kresna Hutauruk, atas putusan hakim. Vonis seumur hidup dalam kasus pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT Asuransi Jiwasraya itu dinilai tak berdasar.

    Netizen juga menyoroti permohonan pelimpahan kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha ke Jiwasraya. Penyitaan aset Direktur Utama (Dirut) PT Hanson International Benny Tjokrosaputro di WanaArtha Life dalam kasus korupsi Jiwasraya dianggap murni proses hukum.

    Berikut rangkuman berita terpopuler:

    1. Judi dan Foya-foya, Pemberat Hukuman Terdakwa Jiwasraya


    Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat dijatuhi hukuman pidana penjara seumur hidup. Salah satu pertimbangan majelis menjatuhkan hukuman berat itu karena Heru berfoya-foya dan main judi dari hasil korupsi.
     
    "Terdakwa menggunakan hasil korupsi untuk berfoya-foya untuk membayar judi," kata Ketua Majelis Hakim Rosmina di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 26 Oktober 2020.
     
    Pertimbangan lainnya Heru dianggap melakukan korupsi pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT Asuransi Jiwasraya secara sistematis. Aksi ini menyebabkan penegak hukum sulit mengungkap perbuatan Heru.

    Selengkapnya baca di sini.

    2. Dinilai Tak Sesuai Fakta, Putusan Kasus Jiwasraya Dikritik


    Penasihat hukum Heru Hidayat, Kresna Hutauruk, mengkritik putusan hakim terkait perkara kliennya. Putusan pidana seumur hidup pada terdakwa kasus pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT Asuransi Jiwasraya dinilai tak berdasar.

    "Putusan tidak berdasarkan fakta-fakta persidangan yang terungkap sebagaimana nota pembelaan kami," kata Kresna melalui keterangan tertulis, Senin, 26 Oktober 2020.
     
    Menurut dia, kliennya tidak terkait dengan sengkarut investasi di PT AJS. Majelis hakim, kata Kresna, tak sepenuhnya paham mekanisme pasar modal.

    Selengkapnya baca di sini.

    3. Pelimpahan Kasus Gagal Bayar WanaArtha ke Jiwasraya Dinilai Salah Alamat


    Pakar Hukum Pidana Universitas Indoensia Chudry Sitompul mengatakan penyitaan aset milik Dirut PT Hanson International Benny Tjokrosaputro di WanaArtha Life dalam kasus korupsi Jiwasraya murni proses penegakan hukum dari Kejaksaan Agung (Kejagung). Jaksa punya payung hukum membekukan rekening atau perampasan aset yang diduga terkait korupsi atau pencucian uang.

    "Seharusnya nasabah WanaArtha membuat laporan ke pihak berwajib, bukan meminta kepada hakim di kasus Jiwasraya. Secara proses ini tidak nyambung," kata Chudry, Senin, 26 Oktober 2020.

    Chudry menyebut penyitaan aset Benny Tjokrosaputrodi WanaArtha Life memang fakta. Namun, jika hal itu menjadi alasan WanaArtha gagal membayar nasabah, Chudry menilai perusahaan itu lari dari kewajiban atas dana nasabah.

    Selengkapnya baca di sini.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id