Agus Martowardojo Dicecar Seputar Penganggaran KTP-el

    Fachri Audhia Hafiez - 25 Juni 2020 19:24 WIB
    Agus Martowardojo Dicecar Seputar Penganggaran KTP-el
    Mantan Menteri Keuangan Agus Martowardojo selesai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Antara/Rivan Awal Lingga
    Jakarta: Mantan Menteri Keuangan Agus Martowardojo selesai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Agus mengaku dikonfirmasi terkait penganggaran KTP berbasis elektronik (KTP-el) senilai Rp5,9 triliun tersebut.

    "Saya dimintakan keterangan terkait dengan (pengetahuan) proses anggaran yang dilakukan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)," kata Agus usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, 25 Juni 2020.

    Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini beberapa kali diperiksa dalam pusara kasus mega korupsi tersebut. Agus diperiksa untuk tersangka Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos. Dia juga dikonfirmasi terkait hubungan dengan kementerian keuangan serta Komisi II DPR dalam kasus rasuah tersebut.

    "Sekira yang saya jelaskan kurang lebih yang ditanyakan sama (pemeriksaan) yang lalu," ujar Agus.

    Baca: Agus Martowardojo Diperiksa Terkait Korupsi KTP-el

    KPK terus mengusut perkara KTP-el. Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraeni dipanggil penyidik pada Selasa, 23 Juni 2020.

    Diah diperiksa untuk mantan Direktur Utama Perum Percetakan Negara Isnu Edhi Wijaya. Diah diduga mengetahui permainan haram yang dilakukan Isnu. Keterangannya akan digunakan sebagai penguatan bukti.

    KPK sebelumnya menetapkan empat tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP-el. Mereka yakni Paulus Tannos, Isnu, mantan Anggota Komisi II DPR Miryan S Haryani, dan staf Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Husni Fahmi.

    Penetapan keempat tersangka ini merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya. KPK telah memproses 14 orang dalam perkara dugaan korupsi KTP-el.

    Miriam, Isnu, Husni, dan Paulus Tannos disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor‎ sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id