Tagihan Perjalanan Imam Nahrawi ke Kepulauan Seribu Rp244 Juta

    Sri Yanti Nainggolan - 21 Februari 2020 13:54 WIB
    Tagihan Perjalanan Imam Nahrawi ke Kepulauan Seribu Rp244 Juta
    Menpora Imam Nahrawi dalam sidang kasus dugaan suap dana hibah KONI, Senin, 29 April 2019. Foto: MI/Bary Fathahilah
    Jakarta: Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap tagihan kartu kredit sebesar Rp 244.285.682 atas nama Miftahul Ulum, asisten pribadi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Tagihan itu tercantum dalam laporan fasilitas kunjungan dinas Imam Nahrawi ke Kepualauan Seribu. 

    Saksi pertama, Yuyun Sulistyawati, yang merupakan istri Miftahul Ulum mengaku tak tahu ada tagihan sebesar itu dari kartu kredit suaminya. Yuyun sendiri sebagai asisten pribadi istri Imam Nahrawi, Shobibah Rohmah.

    "Mohon maaf, saya tidak tahu," ujar dia singkat ketika ditanya Jaksa KPK Ronald Worotikan terkait siapa yang membayar tagihan tersebut dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat, 21 Februari 2020. 

    Berdasarkan Berita Acara Persidangan (BAP), terdapat satu bundel dokumen kertas kuning berisi rincian penggunaan kartu kredit Bank Mandiri sebanyak Rp 244.285.682 atas nama Miftahul Ulum. Bundel berisi laporan fasilitas kunjungan dinas Menpora Imam Nahrawi. Dengan rincian nota Pelangi Island dan invoice Kapal Sea Leader Marine. Yuyun membenarkan dokumen tersebut embar tagihan kartu kredit milik suaminya. 

    "Namun, saya (Yuyun) tidak pernah mengetahui terkait penggunaan kartu kredit sebagaimana yang tertera dalam lembar penagihan tersebut," Ronald membacakan BAP. 

    Yuyun juga mengaku tak pernah mengikuti kegiatan dinas seperti yang tertera dalam lembar tagihan tersebut. Dokumen-dokumen itu dibuat staf protokoler Imam Nahrawi.

    Yuyun mengaku pernah diajak Ulum ke Kepulauan Seribu pada Februari 2016 dengan menggunakan Kapal Sea Leader Marine. Namun, ia tak ingat kunjungan tersebut dan saat itu belum menjadi asisten pribadi istri Imam Nahrawi. 

    "Posisi saya hanya sebagai istri dari saudara Miftahul Ulum."

    Yuyun membenarkan beberapa kali mengikuti acara-acara yang diselenggarakan Imam Nahrawi di Kepulauan Seribu. Kunjungan saat itu menemani Shobibah Rohmah, istri Imam Nahrawi. 

    "Pernah, (terakhir) Desember (2018) waktu OTT," ujar dia. 

    Tagihan Perjalanan Imam Nahrawi ke Kepulauan Seribu Rp244 Juta
    Sidang Asisten mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

    KPK menetapkan Imam Nahrawi dan asisten pribadinya, Mifathul Ulum, sebagai tersangka pengurusan dana hibah KONI dan penerimaan gratifikasi. Keduanya diduga menerima Rp14,7 miliar. Imam juga disinyalir meminta uang Rp11,8 miliar selama 2016-2018.

    Total uang yang diduga diterima Imam mencapai Rp26,5 miliar. Uang diduga komitmen fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan pihak KONI kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga Tahun Anggaran 2018.

    Imam dan Miftahul dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id