KPK Dinilai Kehilangan Taring

    Candra Yuri Nuralam - 23 Februari 2020 17:05 WIB
    KPK Dinilai Kehilangan Taring
    Diskusi Crosscheck by Medcom.id bertajuk 'Dear KPK, Kok Main Hapus Kasus?', di Upnormal Cofee and Roasted, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu 23 Februari 2020. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai sudah kehilangan taring. Buktinya, KPK kesulitan mengejar para tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi dalam penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA) yang sudah masuk daftar pencarian orang (DPO).

    "Kalau dulu jago sekarang butuh bantuan masyarakat," kata Koordinator Indonesian Curruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo dalam acara Crosscheck by Medcom.id dengan tema Dear KPK, Kok Main Hapus Kasus? di Upnormal Cofee and Roasted, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu 23 Februari 2020.

    KPK belum mendapatkan titik terang soal keberadaan tiga tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi dalam penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA). Mereka yakni eks Sekretaris MA Nurhadi, menantu Nurhadi, Rezky Herbiono, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto.

    Baca: Sayembara Memburu Buron KPK Berhadiah iPhone 11 

    Adnan menilai kondisi ini membuat masyarakat ragu dengan KPK di era kepemimpinan Firli Bahuri Cs. "Jadi banyak indikasi yang malah membuat pertanyaan besar di masyarakat. Apakah KPK masih kuat? Indikasi itu mencemaskan di era kepemimpinan sekarang," ujar Adnan.

    Adnan mempertanyakan kesulitan KPK mencari para buronan. Padahal, KPK pernah menggeret eks politikus Partai Demokrat M Nazarudin dari Kolombia karena tersangkut kasus korupsi wisma atlet pada 2011.

    "Kok sulit mencari? Padahal reputasi KPK selama ini, yang di Kolombia pun dikejar. Punya alat canggih," tutur Adnan.

    KPK Dinilai Kehilangan Taring
    KPK. Dok. MI

    Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri membantah Lembaga Aantirasuah tak lagi bertaring. Dia menegaskan KPK sudah bekerja keras dalam dua bulan pertama masa kerja Firli Cs.

    "Ada 21 surat perintah penyidikan yang ditandatangani pimpinan baru. Ada 17 yang ditahan tersangka oleh pimpinan baru ini, ada yang masuk ke penuntutan, dilimpahkan ke persidangan 25," tutur Ali.

    Ali menyampaikan KPK di era kepemimpinan Firli Cs juga sudah mengembalikan kerugian negara hingga puluhan miliar akibat korupsi.  "Selama dua bulan ada uang rampasan, uang pengganti, itu Rp35 miliar masuk ke keuangan negara selama dua bulan, tiga bulan," tutur Ali.

    Ali mengungkapkan KPK sedang menangani kasus besar yang berpotensi merugikan negara hingga setengah triliun rupiah. Namun, Ali enggan merinci kasus tersebut.

    "Sekarang sedang berjalan penyidikannya ada potensi kerugian negara yang bisa diselamatkan kurang lebih Rp598 miliar dari dua perkara, hampir setengah triliun itu," ungkap Ali.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id