KPAI Ingin Pengguna Jasa Seks Anak Dihukum

    Zaenal Arifin - 18 Februari 2020 06:14 WIB
    KPAI Ingin Pengguna Jasa Seks Anak Dihukum
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berharap pemidanaan terhadap kasus perdagangan orang dan eksploitasi anak dikembangkan. Terpenting, membuat aturan untuk menjerat pengguna jasa prostitusi anak.

    "Menurut hemat kami memang penting untuk dikembangkan, bukan hanya menyasar bagi muncikari saja, dan termasuk juga korban, tapi penting juga kepada pengguna," kata Ketua KPAI Susanto dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA), Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.

    Penerapan jeratan hukum kepada pengguna diharap memberikan efek jera. Dengan begitu, permintaan anak sebagai pekerja seks komersial (PSK) bisa menurun.

    "Dengan pengguna dijerat hukum, tentu orang akan berfikir seribu kali untuk melakukan tindak seksual terhadap anak," ujar dia.

    KPAI Ingin Pengguna Jasa Seks Anak Dihukum
    H, tersangka bisnis prostitusi anak. Foto: Medcom/Siti Yona Hukmana

    Menurut Susanto, jaringan pelaku kejahatan seksual terhadap anak memiliki perspektif bisnis. Salah satunya, mendapatkan keuntungan yang cukup besar hingga miliaran rupiah.

    "Perspektif kita dengan jaringan pelaku kejahatan seksual anak berbeda, makanya kemudian kasus trafficking ini tidak selesai-selesai, mereka berfikir bahwa ini bisnis, semakin banyak korban yang direkrut, maka potensi ekonominya semakin besar, bukan hanya jutaan, tapi potensinya juga miliaran," kata dia.

    Untuk memangkas kejahatan tersebut, kata Susanto, harus ada sinergitas antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Pemberantasan kasus serupa tidak bisa berjalan sendiri karena jaringan kejahatan perdagangan orang cukup luas dan rapih.

    "Kalau ada (tempat) hiburan atau tempat-tempat tertentu yang memang sengaja secara sitemik mempekerjakan untuk kepentingan seksual anak, harusnya izinnya dievaluasi, kalau perlu dicabut, ini penting sebagai bentuk komitmen negara dengan pemda agar benar-benar akar masalahnya ini bisa diatasi," pungkasnya.





    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id