42 Kafe Ilegal di Penjaringan Disegel

    Yurike Budiman - 11 Februari 2020 00:25 WIB
    42 Kafe Ilegal di Penjaringan Disegel
    Satpol PP menyegel kafe ilegal di Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: Medcom/Yurike Budiman
    Jakarta: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyegel 42 kafe ilegal di Gang Royal, Penjaringan, Jakarta Utara. Penyegelan disertai Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL). 

    "Tadi petugas juga menertibkan tenda yang berada di sisi kanan dan kiri tembok pembatas rel," kata Kepala Satpol PP Jakarta Utara Yusuf Majid di Gang Royal, RW 13/I Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin, 10 Februari 2020.

    Yusuf mengatakan, lima kafe di antaranya memiliki wisma atau tempat tinggal. Yusuf menegaskan penyegelan dilakukan sesuai Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Penertiban Umum dan Pelanggaran Perizinan.

    Camat Penjaringan Depika Romadi mengatakan P2TL menjadi upaya lanjutan atas kasus dugaan praktik perdagangan manusia yang dilakukan di kafe Kayangan, Penjaringan.

    "P2TL dilakukan petugas PLN (Perusahaan Listrik Negara), kemudian dari Satpol PP memeriksa perizinan tempat tempat usaha kafe," kata Depika.

    Menurut Depika, Pemkot Jakarta Utara telah berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta TNI-Polri untuk melakukan pembinaan dan pengawasan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi lagi kasus perdagangan manusia di kawasan tersebut. 

    "Yang pasti karena ini lahan milik PT KAI, maka PT KAI pun tidak pernah mengeluarkan izin bahwa kawasan tersebut boleh dipasang listrik dan izin usaha," ucap Depika.

    42 Kafe Ilegal di Penjaringan Disegel
    Petugas PLN mematikan aliran listrik di kafe ilegal di Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: Medcom/Yurike Budiman

    Polisi membongkar bisnis prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur di Penjaringan, Jakarta Utara. Sebanyak delapan terduga anggota sindikat jasa prostitusi anak ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

    Delapan pelaku yang ditangkap itu berinisial R atau A, T atau A, D alias F, TW, A, E, H dan AH. Kedelapannya memiliki peran berbeda.

    Korban prostitusi dieksploitasi berlebihan di kafe remang-remang di Penjaringan, Jakarta Utara. Mereka dipaksa melayani minimal sepuluh lelaki hidung belang dalam sehari.

    Korban harus membayar Rp50 ribu jika tidak memenuhi target. Denda itu akan dipotong dari bayaran mereka yang diserahkan tiap dua bulan sekali.





    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id