Menkumham Diminta Periksa Status WNA yang Berkeliaran di Central Park

    M Rodhi Aulia - 08 September 2016 03:01 WIB
    Menkumham Diminta Periksa Status WNA yang Berkeliaran di Central Park
    Ilustrasi WNA ilegal. Foto: Metrotvnews.com/Mulvi
    medcom.id, Jakarta: Aturan bebas visa bagi warga negara asing (WNA) kerap disalahgunakan. Alih-alih Indonesia mendapatkan keuntungan dari segi ekonomi melalui kunjungan wisata mereka, tapi kebijakan itu malah dimanfaatkan untuk para WNA bekerja di Indonesia.

    "Jumlah pekerja asing (disebutkan resmi) dari Tiongkok sekitar 17 ribu. Tetapi yang masuk dengan bebas visa dan mereka bukan pekerja visanya, mereka berusaha (bekerja) di Indonesia (juga banyak)," kata Anggota Komisi III DPR Wihadi Wiyanto dalam rapat kerja dengan Menkumham di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/9/2016).

    Wihadi mengaku menemukan jenis usaha WNA yang menyalahgunakan bebas visanya di antaranya pasar saham dan money changer. Para WNA ini banyak berkeliaran di pusat-pusat perbelanjaan.

    "Kalau pak Menteri mau menyisir, cukup start dari Central Park (Jakarta Barat). Restoran-restoran itu kalau malam isinya orang Tiongkok semua yang mereka itu tinggalnya di daerah situ. Inilah WNA ilegal dan itu tidak terdeteksi," ungkap dia.

    Politikus Gerindra ini menilai Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) yang dibentuk Kemenkumham tidak efektif. Pasalnya tim ini berisikan PNS eselon II yang hanya membuat kebijakan.

    Wihadi tidak melihat ada tim teknis yang menjalankan kebijakan tersebut. Wihadi mendesak Kemenkumham segera membuat Task Force.

    "Task Force harus dibentuk. Sehingga kebijakan yang diputuskan, Task Force itu dapat melakukan penangkapan terhadap orang asing yang melakukan kegiatan ilegal," ucap dia.

    Sebelumnya, Menkumham Yasonna Laoly mengakui banyak WNA yang menyalahgunakan kebijakan bebas visa atau menggunakan visa tidak sesuai dengan peruntukkannya. Yang terbaru adalah kasus Beng Ong, seorang profesor dari Brisbane Australia yang menjadi saksi ahli di persidangan kematian Wayan Mirna Salihin.

    Yasonna juga mengakui di Indonesia tersebar sejumlah pekerja asing yang resmi terdaftar. Totalnya sekira 70 ribu orang dari berbagai negara. Di antaranya berasal dari Tiongkok sekitar 17 ribu.

    Menurut Yasonna, keberadaan pekerja Tiongkok itu merupakan bagian dari kesepakatan investasi Tiongkok di Indonesia. Yasonna menyadari ini simalakama buat Indonesia.

    Sementara itu, pekerja Indonesia yang tersebar di berbagai negara lebih banyak ketimbang jumlah pekerja asing di dalam negeri. Yasonna mencontohkan di Malaysia sebanyak dua juta orang.

    Yasonna menegaskan, pihaknya siap menindak para WNA yang ilegal. Tim PORA yang dibentuk dipastikan tidak memadai lantaran jumlahnya terbatas. Yasonna berharap kepedulian masyarakat Indonesia seluruhnya.

    "Kita harapkan partisipasi masyarakat untuk ikut mengawasi dan memberikan informasi kepada kita," tandas dia.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id