comscore

KPK Sita Uang Hingga iPhone dalam OTT Bupati Kuansing

Candra Yuri Nuralam - 19 Oktober 2021 23:30 WIB
KPK Sita Uang Hingga iPhone dalam OTT Bupati Kuansing
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam konferensi pers OTT Bupati Kuansing Andi Putra. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membekuk Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Andi Putra, dalam operasi tangkap tangan (OTT), Senin, 18 Oktober 2021. Uang hingga ponsel disita KPK sebagai barang bukti kasus suap perpanjangan izin hak guna usaha sawit.

"KPK menemukan bukti petunjuk penyerahan uang Rp500 juta, uang tunai dalam bentuk rupiah dengan total Rp80,9 juta, mata uang asing sekitar SG$1.680, dan iPhone XR," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Oktober 2021.
Lili tidak memerinci lebih lanjut lokasi penemuan barang-barang itu. Namun, barang itu bakal digunakan untuk menguatkan bukti rasuah yang dilakukan Andi.

KPK menetapkan dua orang sebagai tersangka dari OTT di Riau. Mereka ialah Bupati Kuansing Andi Putra dan General Manager PT Adimulia Agrolestari Sudarso.

Baca: Bupati Kuansing Ditahan di Rutan Gedung Merah Putih KPK

Kasus ini dimulai saat Sudarso mencoba menghubungi Andi agar perizinan hak guna usaha lahan kebun sawit yang dikelola perusahaannya di Kuansing direstui diperpanjang. Izin hak guna usaha kebun sawit perusahaan milik Suharso berakhir pada 2024.

"Salah satu persyaratan untuk memperpanjang hak guna usaha dimaksud adalah dengan membangun kebun kemitraan minimal 20 persen dari hak guna usaha yang diajukan," ujar Lili.

Tak lama setelah permintaan itu, Sudarso dan Andi bertemu. Dalam pertemuannya, Andi menyebut perpanjangan hak guna usaha di Kuansing membutuhkan uang minimal Rp2 miliar.

KPK menduga pertemuan itu tidak hanya membahas cara perpanjangan hak guna usaha. Lembaga Antikorupsi menyebut Andi dan Sudarso membuat kesepakatan jahat.

General Manager PT Adimulia Agrolestari Sudarso juga memberikan sejumlah uang ke Andi dalam kesepakatan itu. Uang diberikan dengan dua tahap.

Pertama, Suharso memberikan Rp500 juta kepada Andi sekitar September 2021. Kedua, Suharso menyerahkan Rp200 juta kepada Andi pada 18 Oktober 2021. Total, Andi diduga mengantongi Rp700 juta dari Sudarso.

Sudarso disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

Bupati Kuansing Andi Putra disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 199 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor. 

(OGI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id