Direktur TV Swasta yang Ditangkap Buat Konten Provokasi di YouTube Aktual TV

    Siti Yona Hukmana - 15 Oktober 2021 15:34 WIB
    Direktur TV Swasta yang Ditangkap Buat Konten Provokasi di <i>YouTube</i> Aktual TV
    Konferensi pers penangkapan direktur tv swasta di Bondowoso, AZ. Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Polres Metro Jakarta Pusat menangkap direktur televisi swasta, AZ, di Jawa Timur. Dia ditangkap lantaran membuat konten provokasi di akun YouTube Aktual TV.

    "Konten hoaks ini disebarluaskan ke akun lain yang mengakibatkan kegaduhan, memecah belah persatuan bangsa, SARA menggunakan atribut agama, yang mengganggu sinergitas TNI-Polri," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 15 Oktober 2021.

     



    Yusri mengatakan perbuatan AZ tidak ada kaitannya dengan PT Bondowoso Salam Visual Nusantara Satu (BSTV),  tempat dia bekerja. AZ membuat hoaks di luar pekerjaannya.

    AZ membuat akun YouTube bernama Aktual TV. Kemudian, mengunggah sejumlah konten-konten mengandung provokasi. Yusri memastikan Aktual TV tidak terdaftar di Dewan Pers.

    "AZ ini adalah pemilik channel Aktual TV, dia yang membuat ide, mengarahkan, dan menyortir hasil editing konten yang akan diupload di Aktual TV," ujar Yusri.

    Yusri mengatakan polisi juga menangkap dua pelaku lain berinisial M dan AF. M berperan sebagai pengelola channel Aktual TV, editing konten, dan mengunggah konten bernada suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

    "AF sebagai pengisi suara atau narator konten di akun YouTube Aktual TV," ucap Yusri.

    Kronologi penangkapan pelaku

    Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi mengatakan ketiga pelaku ditangkap di Bondowoso, Jawa Timur pada Agustus 2021. Penangkapan saat polisi patroli siber.

    Polisi menemukan konten mengandung provokasi di akun YouTube Aktual TV. "Pengungkapan ini tentunya ingin menciptakan efek jera baik dari pelaku maupun masyarakat secara luas agar tidak melakukan modus seperti ini. Polres, Polda, Bareskrim sinergi mencari akun seperti ini," kata Hengky.

    Ketiga pelaku telah ditahan. Mereka dijerat Pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Jo Pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Berita Bohong yang Menimbulkan Keonaran. Dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

    Baca: Diduga Sebar Hoaks, Direktur TV Swasta Ditangkap
     

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id