MAKI Berencana Laporkan Lili Pintauli ke Kejaksaan Agung

    Candra Yuri Nuralam - 14 September 2021 16:14 WIB
    MAKI Berencana Laporkan Lili Pintauli ke Kejaksaan Agung
    Koordinator MAKI Boyamin Saiman. Foto: Medcom/Candra



    Jakarta: Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) meminta Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli mundur dari jabatan. Desakan ini lantaran Lili terbukti bersalah melanggar etik.

    "Terkait dengan Bu Lili, saya masih memberikan kesempatan mengundurkan diri kira-kira ya sampai November," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Selasa, 14 September 2021.

     



    Boyamin mengancam melaporkan Lili ke Kejaksaan Agung jika tidak mau mundur dari jabatannya. Lili dinilai menggar Pasal 36 juncto Pasal 65 Undang-Undang KPK.

    "Kalau saya ke sana, saya bikin laporan ke Kejaksaan Agung kan tidak terlalu formal LP, kan gitu," ujar Boyamin.

    Ia yakin Kejaksaan Agung bisa memeroses Lili. Kejaksaan Agung juga diminta independen.

    "Saya berharap Kejaksaan Agung juga bisa mengontrol KPK. Ada yang enggak benar ya gantian, kan dulu kejaksaan ada yang enggak benar dikontrol di sini, ya saya berharap Kejaksaan agung bukan balas dendam tapi imbang-imbangan gitu loh," tutur Boyamin.

    Boyamin akan memantau seluruh proses laporannya di Kejaksaan Agung nanti. Jika menyimpang, MAKI tidak segan menggugat Kejaksaan Agung.

    Baca: Polri Limpahkan Laporan Terhadap Lili Pintauli ke KPK

    "Nanti kalau tidak ditangani selama tiga bulan saya akan gugat praperadilan, pasti begitu," tutur Boyamin.

    Sebelumnya, Lili Pintauli Siregar dinyatakan bersalah melanggar etik karena dihubungi Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial. Lili mendapatkan hukuman berat atas tindakannya itu.

    "Menghukum terperiksa dengan sanksi berat berupa pemotongan gaji pokok sebesar 40 persen selama 12 bulan," kata Ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK Tumpak Hatorangan Panggabean di Gedung Dewas KPK, Jakarta Selatan, Senin, 30 Agustus 2021.

    Tumpak menyebut Lili melanggar Pasal 4 ayat (2) huruf b dan a dalam Peraturan Dewas Nomor 02 Tahun 2020 tantang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku. Hukuman berat dinilai pantas untuk Lili.


    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id