Skimming ATM Nasabah Bank BUMN, Pelaku Raup Rp1,7 Miliar

    Siti Yona Hukmana - 15 September 2021 17:16 WIB
    <i>Skimming</i> ATM Nasabah Bank BUMN, Pelaku Raup Rp1,7 Miliar
    Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menangkap pelaku skimming anjungan tunai mandiri (ATM) milik nasabah salah satu bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menangkap pelaku skimming anjungan tunai mandiri (ATM) milik nasabah salah satu bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sebanyak dua pelaku warga negara asing (WNA) dan satu warga Indonesia.

    "Total yang sudah diambilkan dan dikirim ke penampung Rp1,7 miliar," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 15 September 2021.

     



    Yusri menyebut ketiga tersangka masing-masing VK, NG, dan RW. VK merupakan WNA asal Rusia dan NG asal Belanda.

    Sindikat ini mengaku telah beraksi selama satu tahun. Mereka menggunakan mesin deep skimmer dalam menjalankan aksinya. Alat ini lebih canggih dari yang biasa digunakan pelaku kejahatan skimming.

    "Sindikat ini memilih tempat yang mudah untuk memasang alat deep skimmer. Saat memasang alat skimmer mereka melakukan penyamaran, pakai topi karena tahu ada CCTV. Kemudian ada juga alat untuk menutup corong CCTV supaya gambarnya agak kabur," jelas Yusri.

    Setelah mendapatkan nasabah, sindikat ini langsung mengkloning ke dalam blank card atau kartu kosong yang dibawanya. Selanjutnya, mereka menarik dan mengirim uang korban menggunakan alat khusus yang hanya bisa digunakan kartu kosong tersebut.

    "Modusnya pakai blank card yang sudah diisi data nasabah yang dia dapat dari link di atasnya melalui akun Tokyo188. Jadi, dia memerintahkan ketiganya ini tarik dan transfer," ungkap Yusri.

    Baca: Polisi: Kejahatan Naik Saat Level PPKM Turun

    Para tersangka ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Mereka dijerat Pasal 30 Ayat 2, Pasal 6, Pasal 32 Juncto Pasal 48, Pasal 36, dan Pasal 38 Juncto Pasal 51 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    Kemudian, Pasal 363 dan 236 KUHP. Dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id