Wakil Direktur Adonara Propertindo Bungkam Usai Ditahan KPK

    Candra Yuri Nuralam - 02 Juni 2021 18:33 WIB
    Wakil Direktur Adonara Propertindo Bungkam Usai Ditahan KPK
    Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene ditahan KPK, Rabu, 2 Juni 2021. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam



    Jakarta: Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Jakarta Timur.

    Usai ditahan per Rabu, 2 Juni 2021, Anja ogah mengklarifikasi kasusnya. Dia memilih bungkam sepanjang jalan dari Gedung KPK menuju mobil tahanan.

     



    Anja enggan menjawab tudingan tidak membayar tanah milik kongregasi suster yang dijualnya kepada Perumda Sarjana Jaya. Dia buru-buru menutup pintu mobil tahanan untuk menghindari wartawan.

    Kasus ini bermula ketika Perumda Sarana Jaya diberikan proyek mencari lahan di Jakarta untuk dijadikan bank tanah. Perumda Sarana Jaya memilih PT Adonara Propertindo sebagai rekanan.

    Baca: Wakil Direktur Adonara Propertindo Ditahan KPK Terkait Kasus Tanah di Munjul

    Mantan Direktur Utama Perumda Sarana Jaya Yoory Corneles dan Anja menyetujui pembelian tanah di Jakarta Timur pada 8 April 2019. Usai kesepakatan, Perumda Sarana Jaya menyetorkan pembayaran tanah 50 persen atau sekitar Rp108,8 miliar ke rekening Anja melalui Bank DKI.

    Setelah pembayaran pertama, Yoory mengusahakan Perumda Sarana Jaya mengirimkan uang Rp43,5 miliar kepada Anja. Duit itu sisa pembayaran tanah yang disetujui kedua belah pihak.

    Dari pembelian itu, KPK mendeteksi adanya empat keganjilan yang mengarah ke dugaan korupsi. Pertama, pembelian tanah tidak disertai kajian kelayakan objek. Kedua, pembelian tanah tidak dilengkapi dengan kajian appraisal dan kelengkapan persyaratan lain. 

    Pembelian tanah juga tidak sesuai dengan prosedur dan dokumen pembelian tidak disusun dengan tanggal mundur. Terakhir, adanya kesepakatan harga awal antara Anja dan Perumda Sarana Jaya sebelum negosiasi dilakukan.

    Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id