Personel Brimob Aceh Terekam Todongkan Pistol kepada Bocah Pencuri Kotak Amal

    Siti Yona Hukmana - 02 Juni 2021 16:42 WIB
    Personel Brimob Aceh Terekam Todongkan Pistol kepada Bocah Pencuri Kotak Amal
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Video yang memperlihatkan anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Aceh menampar dan menodongkan pistol kepada bocah viral di media sosial. Anak itu kedapatan mencuri kotak amal masjid di Desa Ceumpeudak, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

    Dalam video itu, tangan dan leher bocah tersebut diikat dengan tali ke belakang. Bocah itu disebut berusia 13 tahun. 

     



    Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy membenarkan pria yang bersama bocah itu anggota Brimob. Polisi itu tak sengaja berada di lokasi. 

    Personel Brimob itu mampir ke penjual makanan di dekat masjid saat hendak pulang. Kemudian, dia mendengarkan pembicaraan warga bila ada pencuri kotak amal yang tertangkap.

    "Mendengar hal tersebut, polisi tadi segera ke halaman masjid dan mendapati anak tersebut sudah dikerumuni warga dan sempat melihat pelaku digampari masyarakat," kata Winardy dalam keterangan tertulis, Rabu, 2 Juni 2021.

    Menurut Winardy, anggota Brimob itu mengeluarkan senjata api untuk memberitahu masyarakat bila dia seorang polisi. Polisi itu ingin masyarakat berhenti menganiaya bocah tersebut.

    "Anggota Brimob menunggu petugas polsek datang untuk mengamankan pelaku (pencuri kotak amal)," ujar Winardy.

    Namun, Winardy tidak memungkiri polisi itu menganiaya seperti video yang beredar. Anggota Brimob itu telah diperiksa oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) serta Satuan Brimob Polda Aceh. 

    "Apabila hasil penyelidikan Propam berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti lainnya bahwa oknum polisi tersebut melanggar kode etik dan disiplin Polri, maka akan diberikan sanksi yang sesuai dengan aturan yang berlaku," ungkap Winardy.

    Sementara itu, kasus bocah pencuri kotak amal disebut telah diselesaikan via diversi. Anak tersebut diserahkan kepada orang tuanya untuk dibimbing. Pengurus masjid dipastikan tidak akan menuntut kasus tersebut.

    Masyarakat yang mengikat tangan dan leher anak tersebut juga sudah meminta maaf langsung kepada orang tua bocah. Berdasarkan informasi, bocah itu mencuri kotak amal untuk membeli makanan. Pasalnya, ayahnya tidak bisa bekerja karena sakit. 

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id