Kejagung Periksa Tersangka Kasus ASABRI

    Theofilus Ifan Sucipto - 18 Mei 2021 19:43 WIB
    Kejagung Periksa Tersangka Kasus ASABRI
    Kejaksaan Agung. Foto: MI



    Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa tersangka kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI), Ilham W Siregar (IWS). Ilham dikorek ihwal aset yang dimiliki dari praktik rasuah.

    “Dan, konfirmasi tentang aliran dana rekening tersangka IWS,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangan tertulis, Selasa, 18 Mei 2021.

     



    IWS merupakan eks Kepala Divisi Investasi ASABRI periode Juli 2012-Januari 2017. Aset-aset yang dikorek berasal dari PT Tricore dan PT Dana Lingkar.

    “Dari kedua perusahaan tersebut, beneficial owner-nya adalah IWS,” ujar dia.

    Ilham diperiksa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Tangerang, Kecamatan Jambe, Tangerang, Banten. Kejagung juga memeriksa satu saksi ahli, AD, dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

    “Pemeriksaan terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan tersangka HH (Heru Hidayat), tersangka BTS (Benny Tjokrosaputro), dan tersangka JS (Jimmy Sutopo),” papar Leonard.

    Baca: Bakal Dilelang, Aset Sitaan ASABRI Dinilai Masih Ada yang Berstatus Utang

    Kejagung turut memeriksa enam saksi lainnya. Mereka ialah Direktur Utama PT Trada Alam Minera, SH; dua nominee tersangka HH, AP dan AK; serta Custodian Service Head PT Bank Mega Tbk, DPS.

    Kemudian, Direktur Utama PT Asia Raya Kapital, TAW dan Direktur PT Asia Raya Kapital, WW. Mereka diperiksa ihwal enam sertifikat hak guna bangunan (SHGB) atas nama PT Prima Jaringan.

    “Yang digunakan sebagai aset jaminan untuk menerbitkan sukuk mudarabah I prima jaringan,” tutur Leonard.

    Kejagung menetapkan sembilan tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp23,7 triliun itu. Sebanyak dua tersangka merupakan terpidana kasus korupsi Jiwasraya, yakni Benny Tjokrosaputro (BTS) dan Heru Hidayat (HH).
     
    Lalu, tujuh tersangka lainnya ialah Direktur Utama (Dirut) ASABRI periode 2011-Maret 2016, Adam Rachmat Damiri (ARD); Dirut ASABRI periode Maret 2016-Juli 2020, Sonny Widjaja (SW); Dirut Keuangan ASABRI periode Oktober 2008-Juni 2014, BE; serta Dirut ASABRI periode 2013-2014 dan 2015-2019, HS. Kemudian, Kepala Divisi Investasi ASABRI periode Juli 2012-Januari 2017, Ilham W Siregar (IWS); Dirut PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi (LP); dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relationship Jimmy Sutopo (JS).
     
    Para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
     
    Mereka juga dijerat Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id