Tim Teknis Bansos Mengakui Pembayaran Honor Cita Citata

    Fachri Audhia Hafiez - 10 Juni 2021 03:34 WIB
    Tim Teknis Bansos Mengakui Pembayaran Honor Cita Citata
    Sidang korupsi bansos/Medcom.id/Fachri.



    Jakarta: Anggota tim teknis pengadaan bantuan sosial (bansos) di Kementerian Sosial (Kemensos) Kukuh Ari Wibowo mengakui ada honor untuk penyanyi Cita Citata. Honor diberikan setelah acara rapat kerja (raker) pejabat eselon 1 Kemensos di Labuan Bajo sekitar November 2020.

    Awalnya Kukuh bersikeras tidak mengetahui penyanyi yang dihadirkan pada acara hiburan usai raker itu. Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis meminta Kukuh untuk berkata jujur.

     



    "(Namanya) kurang tahu," kata Kukuh di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 9 Juni 2021.

    Baca: Saksi Kasus Bansos Berkelit Soal Penerimaan Uang Rp670 Juta

    Hakim Damis heran Kukuh tidak tahu. Padahal, Kukuh ikut dalam rombongan tersebut. Hakim Damis kembali mendesak Kukuh mengungkap nama artis itu.

    "Cita citata," ujar Kukuh.

    Hakim Damis kembali mencecar soal honorarium untuk Cita Citata. Kukuh mengaku tidak ingat.

    "Kalau tidak ingat berarti pernah ingat, makanya jangan main-main dengan logika. Kalau tidak tahu ya tidak tahu, kalau tidak ingat berarti dibalikin pernah ingat. Gitu loh logikanya. Kalau saudara main logika gitu saya juga bisa," tegas Hakim Damis.

    Kukuh sempat menjawab honor yang diberikan sebesar Rp3 juta. Namun, dia akhirnya menjawab tidak tahu.

    Pada dakwaan Juliari, disebut ada pembayaran kepada event organizer (EO) untuk honor penyanyi Cita Citata, dalam acara Makan Malam dan Silaturahmi Kemensos sebesar Rp150 juta. Kegiatan itu dilaksanakan di Ayana Komodo Resort Labuan Bajo pada 27 November 2020.

    Kukuh diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara. Juliari didakwa menerima suap Rp32,48 miliar. Uang haram tersebut diperoleh dari penyedia barang untuk pengadaan paket bansos sembako dalam rangka penanganan covid-19.

    Juliari disebut menerima suap secara bertahap. Fulus Rp1,28 miliar diperoleh dari konsultan hukum Harry Van Sidabukke.

    Uang tersebut diterima pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. Berikutnya, Juliari menerima Rp1,96 miliar dari Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja.

    Juliari juga diduga menerima Rp29,25 miliar dari sejumlah pengusaha penyedia bansos sembako. Seluruh rangkaian penerimaan duit itu dilakukan pada Mei-Desember 2020.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id