Wawan Perintahkan Pemberian Rp700 Juta Buat Rano Karno

    Fachri Audhia Hafiez - 06 Januari 2020 16:13 WIB
    Wawan Perintahkan Pemberian Rp700 Juta Buat Rano Karno
    Sidang pemeriksaan saksi pada terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Rano Karno disebut menerima Rp700 juta terkait pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Pemerintah Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten. Uang diterima saat Rano masih menjabat sebagai wakil gubernur Provinsi Banten.

    "Pernah (diberikan). Karena Pak Rano bilang sudah ke Pak Wawan (adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan) Rp700an (juta) lah," kata mantan Kepala Dinkes Banten, Djadja Buddy Suhardja, saat diperiksa sebagai saksi buat terdakwa Wawan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 6 Januari 2020.

    Djadja mengaku uang diberikan atas perintah Wawan. Fulus diberikan secara bertahap dalam beberapa kesempatan.

    Salah satunya pemberian pada November 2012, Rp150 juta. Uang bersumber dari Dadang Prijatna, pihak Wawan. Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut
    Rano menerima total Rp350 juta hingga Desember 2012.

    "Iya ada Rp350 juta," kata Djadja.

    Wawan didakwa memperkaya diri dan suatu korporasi. Kejahatan itu mengakibatkan kerugian keuangan negara total Rp94,3 miliar.

    Wawan korupsi bersama mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang turut menerima keuntungan Rp3,8 miliar. Sedangkan Wawan memperoleh Rp50 miliar dari praktik rasuah tersebut.

    Pihak lain yang diperkaya dalam kasus ini ialah:

    1. Pemilik PT Java Medica, Yuni Astuti, Rp23,3 miliar
    2. Mantan Kadis Kesehatan Pemprov Banten, Djaja Buddy Suhardja, Rp240 juta
    3. Mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ajat Drajat Ahmad Putra, Rp295 juta
    4. Mantan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan panitia pengadaan sarana dan prasarana rumah sakit rujukan Provinsi Banten, Jana Sunawati, Rp134 juta
    5. Mantan Panitia pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten, Yogi Adi Prabowo, Rp76,5 juta
    6. PNS Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Tatan Supardi, Rp63 juta
    7. Mantan Ketua Panitia pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten, Ferga Andriyana, Rp50 juta
    8. PNS Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Eki Jaki Nuriman, Rp20 juta
    9. Kepala Bagian Perencanaan Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Suherman, Rp15,5 juta
    10. Mantan Panitia pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten, Aris Budiman, Rp1,5 juta
    11. Sobran, Rp1 juta
    12. Abdul Rohman, Rp60 juta

    Wawan juga menggelontorkan uang Rp1,6 miliar buat liburan berikut uang saku ke Beijing pada pejabat Dinkes Provinsi Banten, tim survei, panita pengadaan dan panitia pemeriksa hasil pekerjaan.

    Suami Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany itu, disebut mengatur pengadaan alat kedokteran melalui APBD dan APBN-Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2012. Negara dirugikan Rp79,7 miliar dari permainan kotor itu.

    Wawan juga terlibat kasus korupsi pengadaan alat kesehatan kedokteran umum di Puskesmas Kota Tangerang Selatan pada APBD-P TA 2012. Kerugian negara akibat dugaan praktik rasuah itu Rp14,5 miliar.

    Wawan didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id